Lindungi Karya dan Tingkatkan Inovasi, LPPM UBSI Kampus Pontianak Dorong Dosen Urus HKI

0 255

BSINews, Pontianak — Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi aspek penting dalam melindungi karya akademik dan inovasi di dunia pendidikan. Untuk itu, LPPM Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak mendorong para dosen agar semakin aktif dalam mengurus HKI guna memastikan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dihasilkan mendapatkan perlindungan hukum.

Upaya ini sejalan dengan meningkatnya tren inovasi di lingkungan akademik, di mana dosen tidak hanya menghasilkan penelitian tetapi juga menciptakan karya yang berpotensi memiliki nilai komersial dan manfaat luas bagi masyarakat.

Baca juga : Kuliah di Bidang IT dengan Biaya Terjangkau? UBSI Kampus Pontianak Jawabannya!

Dengan memiliki HKI, hak kepemilikan terhadap inovasi menjadi lebih terjamin, sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut.

Latifah selaku Koordinator LPPM UBSI Kampus Pontianak mengungkapkan, bahwa pengurusan HKI bukan sekadar formalitas, tetapi juga langkah strategis dalam meningkatkan kualitas penelitian.

LPPM UBSI Kampus Pontianak Lindungi Karya Akademik

“Kami ingin para dosen lebih sadar akan pentingnya HKI, bukan hanya untuk melindungi hak cipta mereka tetapi juga untuk meningkatkan nilai akademik dan daya saing institusi,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya ini, Sentra Hak Kekayaan Intelektual (Sentra HKI) UBSI turut berperan dalam memfasilitasi pengelolaan kekayaan intelektual civitas akademika. Lembaga yang berada di bawah naungan LPPM ini bertanggung jawab dalam pengajuan HKI ke DJKI Kemenkumham RI serta menyediakan layanan konsultasi terkait hak cipta, paten, dan paten sederhana.

Selain itu, para dosen diberikan pendampingan dalam proses pengajuan HKI, termasuk dalam memahami regulasi, prosedur pendaftaran, hingga manfaat jangka panjang dari kepemilikan HKI.

Baca juga : Pentingnya Melanjutkan Pendidikan Tinggi bagi Gen Z, Peluang Karier Cerah di UBSI Kampus Pontianak

“Dengan adanya dukungan ini, diharapkan lebih banyak karya dosen yang terdaftar secara resmi dan mendapatkan perlindungan hukum yang layak,” imbuhnya.

Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen dalam mendorong budaya inovasi dan penelitian yang lebih kuat. Dengan semakin banyaknya karya yang mendapatkan HKI, peluang kerja sama dengan industri dan pemanfaatan hasil penelitian untuk kepentingan masyarakat pun semakin terbuka luas.

Leave A Reply

Your email address will not be published.