Teknologi vs Budaya: Tourism Outlook 2025 Soroti Tantangan Pariwisata Modern

0 235

BSINews, Yogyakarta — Pariwisata merupakan salah satu sektor yang terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Digitalisasi telah membuka peluang baru bagi industri ini, mulai dari pemasaran berbasis media sosial hingga pengalaman wisata berbasis virtual reality. Namun, di balik perkembangan tersebut, muncul tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan pelestarian budaya.

Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam Seminar Tourism Outlook 2025, yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Yogyakarta pada Rabu, 19 Februari 2025, di Hotel Crystal Lotus Yogyakarta.

Seminar ini menghadirkan berbagai pakar dan praktisi pariwisata untuk membahas bagaimana industri dapat berkembang tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya yang menjadi daya tarik utama wisata Indonesia.

Tourism Outlook 2025 Soroti Tantangan Pariwisata Modern

Salah satu pembicara utama, Gusti Kanjeng Ratu Bendara, Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY, menyoroti bagaimana budaya tradisional harus tetap dijaga di tengah derasnya arus digitalisasi. Ia mencontohkan tarian sakral Bedhaya Semang, yang hanya boleh dipentaskan di lingkungan Keraton Yogyakarta oleh penari wanita tertentu.

“Jika tarian sakral ini disebarluaskan tanpa batas melalui teknologi, dikhawatirkan akan dipentaskan di tempat yang tidak sesuai, sehingga mengurangi nilai kesakralannya,” ujar Gusti Kanjeng Ratu Bendara.

Selain membahas pelestarian budaya, seminar ini juga menghadirkan Nurwulan Isnielma, Head of Creative & Innovation HeHa Group, yang berbagi pengalaman tentang strategi keberlanjutan dalam bisnis pariwisata. Menurutnya, teknologi dapat digunakan untuk mengembangkan destinasi wisata tanpa melupakan keterlibatan masyarakat lokal.

Baca juga : HeHa Sky View: Lebih dari Sekadar Destinasi, Komitmen Bangun Pariwisata Berkelanjutan

Diskusi semakin menarik dengan adanya sesi interaktif, di mana peserta seminar menanyakan berbagai tantangan yang dihadapi industri pariwisata saat ini, termasuk dampak kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai budaya. Dengan adanya seminar ini, diharapkan para pelaku industri dan generasi muda dapat menemukan solusi terbaik dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan kelestarian budaya di dunia pariwisata.

Leave A Reply

Your email address will not be published.