Dosen UBSI Berikan Pelatihan Literasi Digital kepada Remaja RW 04 Ulujami

0 138

BSINews, Jakarta- Di era digital saat ini, media sosial bukan hanya menjadi tempat hiburan, tapi juga ladang informasi, interaksi, bahkan peluang ekonomi. Namun di balik manfaatnya, tersembunyi tantangan serius yang mengintai, terutama bagi kalangan remaja dari kecemasan, ketergantungan, hingga krisis identitas.

Baca Juga: Dosen UBSI Adakan Penyuluhan Digitalpreneur untuk Mendukung Peningkatan Ekonomi dan Keberlanjutan Usaha di Pengurus RT 05 RW 02 Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong

Menanggapi isu tersebut, dosen-dosen dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), menginisiasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Mengelola Tantangan Media Sosial”, yang ditujukan untuk para remaja di lingkungan RW 04, Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ratih Hastasari bersama tim dosen lainnya yaitu Tri Lestari, Slamet Heri Winarno, dan Dr. Irwan Raharja, serta melibatkan tiga mahasiswa UBSI. Acara dilaksanakan pada sore hari menjelang berbuka puasa, pukul 16.00 WIB, di lingkungan RW 04 Ulujami.

Dalam sesi edukatif yang interaktif, Tri Lestari menjelaskan berbagai dampak negatif yang bisa timbul akibat penggunaan media sosial yang tidak terkontrol:

“Dampak psikologis seperti kecemasan, depresi, FOMO (fear of missing out), hingga rendahnya harga diri bisa muncul ketika remaja terlalu sering membandingkan diri mereka dengan standar yang dibentuk oleh media sosial,” jelas Tri.

Namun, tak hanya membahas sisi negatif, kegiatan ini juga mengangkat topik positif seperti bagaimana menjadikan media sosial sebagai media produktif, termasuk cara-cara menghasilkan uang secara etis dari platform digital yang ada.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir sesi penyuluhan. Para remaja aktif mengikuti materi yang disampaikan, berdiskusi, dan mengajukan pertanyaan seputar penggunaan media sosial secara bijak. Suasana yang hangat dan penuh semangat membuat acara ini semakin bermakna. Hal ini tercermin dari tanggapan salah satu peserta, Amanda, yang mengungkapkan kesannya

“Acaranya menyenangkan dan bisa menambah wawasan. Jadi tahu kalau media sosial itu nggak cuma buat hiburan aja, tapi bisa jadi peluang juga,” jelas Amanda.

Baca Juga: Dosen dan Mahasiswa UBSI Teliti Minat Beli Honda di Bekasi: Kualitas Produk atau Promosi yang Lebih Berpengaruh?

Kegiatan ditutup dengan pemberian souvenir kecil sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta. Harapannya, kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian program berkelanjutan yang bisa memperkuat literasi digital remaja di masa depan.

“Kami percaya, dengan literasi digital yang kuat, remaja kita bisa lebih bijak dalam menyikapi media sosial dan menjadikannya alat yang positif untuk masa depan mereka,” tutup Ratih Hastasari.(RDX)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.