Dosen UBSI Latih LMK 02 Bambu Apus Jadi Agen Perubahan Komunikatif
BSINews, Bekasi- Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Fakultas Komunikasi dan Bahasa kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang bertajuk “Pelatihan Public Speaking Bagi LMK 02 Sebagai Agen Perubahan di Tingkat Kelurahan Bambu Apus.” Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) 02 dengan keterampilan berbicara di depan umum sebagai modal penting dalam menjalankan peran mereka sebagai agen perubahan di masyarakat.
Baca Juga: Dosen BSI Ajak Pemuda RW 9 Ciwaringin Kuasai Microsoft Excel Melalui Pelatihan Intensif
Bertempat di Kelurahan Bambu Apus, pelatihan ini diikuti oleh para pengurus LMK 02 yang diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi warga, menyampaikan kebijakan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan lingkungan.
Ketua RW 02, Haryono, dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya kemampuan public speaking bagi pemimpin di tingkat kelurahan.
“Kemampuan berbicara di depan umum bukan hanya soal tampil percaya diri, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan masyarakat, memotivasi, serta menyampaikan informasi secara efektif,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua LMK 02 Achmad Rojali juga menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk nyata dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam peningkatan kapasitas kepemimpinan lokal.
Pelatihan ini dipandu oleh Azwar Munanjar, dosen sekaligus praktisi komunikasi publik. Dalam materinya, ia menekankan bahwa public speaking adalah seni mengelola pesan agar tersampaikan dengan jelas, menarik, dan berdampak.
“Public speaking bukan sekadar berbicara, tapi tentang bagaimana kita memengaruhi, menginspirasi, dan menghadirkan perubahan lewat kata-kata yang tepat. Percaya diri adalah kunci. Jika kita menguasai tekniknya, maka pesan yang disampaikan akan lebih hidup dan bermakna,” tutur Azwar.
Ia juga menambahkan pentingnya penguasaan intonasi, bahasa tubuh, dan struktur pesan yang sederhana namun kuat agar audiens dapat menangkap esensi komunikasi dengan baik.
Melalui pelatihan ini, UBSI berharap para peserta dapat menjadi komunikator yang efektif, yang tidak hanya mampu berbicara di depan publik, tetapi juga menjadi penggerak perubahan positif di lingkungannya masing-masing. (RDX)