Dosen Universitas BSI Menggelar Pelatihan Pengenalan dan Pemanfaatan Internet bagi Santri
BSINews, Bekasi — Dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan yang bertujuan untuk memperkenalkan dan memanfaatkan internet secara bijaksana bagi para santri. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Tahfidz Qur’an Nurul Islam, Bekasi, pada Minggu (12/5/2024).
Yunidyawati, selaku tutor, menyampaikan bahwa para santri tahfiz di Pondok Tahfidz Qur’an Nurul Islam telah menunjukkan komitmen mereka dalam memanfaatkan teknologi internet untuk kebaikan bersama.
“Mereka tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga menggunakan internet sebagai alat untuk mempermudah menghafal Al-Qur’an,” ujarnya dalam keterangan rilis.
Sebagai contoh, para santri tahfiz di Pondok Tahfidz Qur’an Nurul Islam aktif terlibat dalam berbagai kegiatan online yang bertujuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Mulai dari mengadakan kelas online tentang tajwid, tafsir, hingga pembelajaran bahasa Arab, mereka memanfaatkan platform-platform digital untuk menjangkau lebih banyak orang.
Pelatihan Pengenalan dan Pemanfaatan Internet bagi Santri
Sementara itu, pengasuh pesantren, KH. Idrus, memberikan dukungan penuh terhadap acara ini. Ia mengatakan penggunaan internet yang cerdas dan bertanggung jawab adalah bagian penting dari pendidikan di era ini.
“Dengan memberikan kesempatan kepada para santri tahfiz untuk mengembangkan keterampilan dan memanfaatkan teknologi dengan bijaksana, mereka juga turut membantu menciptakan generasi muda yang berdaya saing tinggi dan peduli terhadap masyarakat,” ujar Idrus.
Baca juga : Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal Dalam Membentuk Generasi Mandiri pada Pondok Tahfiz Nurul Islam Bekasi
Dalam wawancara singkat, Hafiz, seorang santri tahfiz yang aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat, menyampaikan keyakinannya bahwa internet bukan hanya sekadar alat hiburan, melainkan juga sarana yang dapat digunakan untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Dengan ilmu yang diperoleh di pesantren dan teknologi internet, mereka ingin menjadi bagian dari solusi bagi berbagai masalah sosial yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan contoh nyata bagaimana pendidikan agama dan penggunaan teknologi dapat saling melengkapi untuk menciptakan dampak positif dalam masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, mereka membuktikan bahwa kaum muda Islam memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi umat dan lingkungan sekitar. (LAG)