Posyandu Griya Asri Manfaatkan Teknologi Digital untuk Pencatatan Kesehatan Balita, Program Pengabdian Universitas BSI Berdayakan Kader Posyandu
BSINews, Bekasi– Pemanfaatan teknologi digital semakin merambah berbagai sektor, termasuk bidang kesehatan. Salah satu contoh penerapan teknologi tersebut adalah kegiatan pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) di Posyandu Perumahan Griya Asri, Sumberjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Acara yang bertemakan “Pemanfaatan Teknologi untuk Pencatatan Kesehatan Balita” ini bertujuan memperkenalkan Google Forms dan Google Sheets kepada kader posyandu guna mempercepat dan mempermudah pencatatan kesehatan balita.
Baca juga : Implementasi AI untuk Pembuatan Konten Berita: Pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani Pancasona dengan Chat GPT
Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 22 September 2024, dengan ketua tim Fani Nurona Cahya, tutor Verra Sofica, serta anggota tim Muhamad Abdul Ghani dan Rangga Pebrianto. Mereka melatih para kader posyandu untuk menggunakan Google Forms dalam mengumpulkan data kesehatan balita dan Google Sheets dalam memantau perkembangan balita. Data yang dicatat meliputi berat badan, tinggi badan, serta status imunisasi yang penting untuk memantau tumbuh kembang balita.
“Posyandu merupakan garda terdepan dalam menjaga kesehatan balita di masyarakat. Dengan pelatihan ini, kami ingin memberikan solusi digital yang mempercepat dan meningkatkan akurasi pencatatan data kesehatan balita, sehingga kader posyandu dapat lebih fokus pada tindakan preventif,” ujar Fani Nurona Cahya.
Posyandu Griya Asri Manfaatkan Teknologi Digital untuk Pencatatan Kesehatan Balita
Pelatihan ini mengajarkan ibu-ibu kader cara membuat form digital melalui Google Forms untuk pencatatan kesehatan balita. Data yang diinput kemudian terintegrasi dengan Google Sheets, sehingga memudahkan pemantauan perkembangan balita.
“Sistem digital ini sangat mudah dipelajari dan gratis. Para kader dapat menggunakan laptop maupun smartphone untuk mencatat dan memantau perkembangan balita secara langsung,” jelas Verra Sofica, salah satu tutor pelatihan.
Lilik, Ketua Kader Posyandu Griya Asri, mengungkapkan apresiasinya terhadap pelatihan ini. “Pelatihan ini sangat membantu. Sebelumnya kami masih mencatat secara manual yang rawan kesalahan. Dengan sistem ini, pencatatan menjadi lebih cepat dan akurat, serta kami bisa langsung memantau perkembangan balita kapan saja,” ujarnya.
Baca juga : Dosen BSI Ajak Posyandu Mawar Melati Manfaatkan Teknologi untuk Optimalisasi Pelayanan
Namun, tantangan seperti keterbatasan perangkat dan akses internet masih menjadi kendala. Beberapa posyandu mungkin tidak memiliki fasilitas tersebut, dan sebagian kader yang sudah lebih tua mengalami kesulitan memahami teknologi baru. Untuk itu, tim pengabdian Universitas BSI memberikan pendampingan khusus bagi kader yang membutuhkan.
Universitas BSI berencana memperluas program ini ke posyandu lain di wilayah Bekasi dan sekitarnya. “Kami berharap para kader posyandu dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan terus mengikuti perkembangan teknologi,” tutup Fani Nurona Cahya.