Dosen Universitas BSI Ajarkan Strategi Branding Melalui Media Sosial Bagi Kelompok PKK RW 001 Cibubur
BSINews, Jakarta-Ramainya media sosial dewasa ini membawa perubahan mendasar pada seluruh aspek kehidupan, tak terkecuali bagi berkembangnya organisasi salah satunya organisasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Organisasi yang digawangi oleh ibu-ibu ini pada jaman ini dituntut untuk dapat eksis melalui media sosial yang akan mampu memberitakan kegiatan-kegiatannya melalui branding organisasi.
Dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) merasa terpanggil untuk membantu PKK untuk berkembang melalui kegitan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan mengusung tema “Strategi Branding Melalui Media Sosial” dengan sasaran Kelompok PKK RW 001 Kelurahan Cibubur Jakarta Timur. Kegitan ini dilaksanakan pada Sabtu (2/11) bertempat di RPTRA Cbubur Berseridan unsur pengurus.
Tri Lestansi selaku perwakilan dari Kelompok PKK RW 001 menuturkan permasalahan yang dihadapi tetang sulitnya mengeksplor kegiatan PKK sehingga diketahui oleh khalayak umum.
“Kami memiliki banyak kegiatan di PKK namun kami pun tidak tahu bagaimana cara agar kegiatan kami itu bisa dilihat oleh umum, seperti yang ada di IG, Tiktok, sehingga kami berharap dengan kegiatan ini kami bisa lebih berkarya dalam menampilkannya di medsos,”tutur Tri.
Tampil sebagai narasumber Slamet Heri dari dosen BSI dan Bryan Givan seorang youtuber dan content creator sebagai narasumber tamu yang juga yang turut membantu dan mendampingi menjadi tutor pada PkM kali ini.
Slamet Heri menyinggung tentang pentingnya di era saat ini ibu-ibu dari PKK mengenal dan menguasai teknologi seperti media sosial.
“Ibu-ibu selain memiliki tugas utama menjadi kader penyuluh bagi lingkungan ibu-ibu, juga harus mengerti bagaimana memanfaatkan teknologi yang nantinya dapat menunjang kegiatan ibu-ibu, contohnya HP yang ibu-ibu miliki,” singgung Slamet dalam paparannya.
Sementara itu, Bryan mengungkapkan perlu ada strategi mengelola media sosial agar menjadi alat branding untuk kegiatan PKK.
“Sudah saatnya nih ibu-ibu PKK eksis di medsos karena dapat digunakan sebagai sana branding untuk setiap kegiatan ibu-ibu di PKK, dan juga dapat dijadikan sebagai lahan untuk mendapatkan cuan yang banyk,” ujar Bryan diiringi tawa para ibu PKK.
Pada sesi selanjutnya, Bryan dibantu oleh panitia PkM lainnya melakukan praktek membuat konten di medsos menggunakan aplikasi IG dan Tiktok, dan ibu-ubu PKK pun sangat antusias mengikuti setiap arahan. Maryati salah satu peserta merasa sangat senang karena mendapatkan ilmu baru yang selama ini ia tidak pahami dalam menggunakan medsos.
“Senang sekali saya baru kali ini saya bisa tahu cara membuat konten yang bagus di medsos, sangat bersyukur deh ada dosen-dosen BSI yang bantu, kalo bisa kegiatan ini dilanjutkan lagi,” ungkapnya dengan penuh semangat.(RDX)