Mengasah Kemampuan: Dosen Universitas BSI Bekali Guru dan Staff Yayasan Arriyadh Insan Cendekia Bekasi dengan Business English Letter
BSINews, Bekasi – Siapa bilang staff yayasan dan para guru tidak membutuhkan pengetahuan mengenai Business English Letter? Buktinya, dosen-dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) telah membuktikan sebaliknya dengan menggelar pelatihan pelatihan menulis business English letter untuk para staff dan guru Yayasan Arriyadh Insan Cendekia Bekasi. Acara yang seru dan asyik ini berlangsung pada hari Senin, 16 Desember 2024 dan dihadiri oleh 15 orang staff dan guru Yayasan Arriyadh Insan Cendekia Bekasi yang mempunyai semangat tinggi untuk belajar.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dipandu oleh Aprillia, seorang dosen Universitas BSI, bersama dengan anggota timnya yang terdiri dari Irwin Sukrisno Sugeng, Isyana Emita dan Eneng Iviq Hairo. Kegiatan yang berlangsung mulai dari pagi hingga siang hari juga dibantu oleh dua mahasiswa yaitu Faisal Pradana dan Angga Gunawan. Pelatihan ini tidak hanya sekedar belajar Bahasa Inggris semata, tetapi juga bagaimana berkomunikasi melalui surat menyurat dengan menggunakan Bahasa Inggris untuk bisnis.
Dosen Universitas BSI Bekali Guru dan Staff Yayasan Arriyadh Insan Cendekia Bekasi dengan Business English Letter
“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tambahan mengenai berkomunikasi melalui surat menyurat menggunakan Bahasa Inggris untuk tujuan bisnis (Business English Letter) dimana pelatihan memberikan penjelasan pemilihan kata-kata yang tepat yang dapat dimengerti oleh penerima pesan dan juga penggunaan grammar yang tepat”. Hal tersebut dijelaskan oleh Irwin Sukrisno Sugeng, ketua pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat.
Selama pelatihan, para peserta belajar bagaimana menyusun surat bisnis dalam Bahasa Inggris yang menarika dan mudah dimengerti oleh penerima pesan. Seperti yang dijelaskan oleh Aprillia bahwa Bahasa Inggris adalah bahasa global yang perlu dikuasai dan kemampuan menyusun surat dalam Bahasa Inggris merupakan hal yang tak terelakkan.
Isyana Emita menambahkan bahwa “Melalui pelatihan ini, kami berharap para staff dan guru yayasan dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi melalui surat dalam Bahasa Inggris, utamanya untuk keperluan bisnis”.
Baca juga : Pelatihan Storytelling Digital untuk Museum: Meningkatkan Daya Tarik bagi Generasi Milenial dan Gen Z
Tidak hanya mendapatkan ilmu baru, para staff dan guru yayasan menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pelatihan. Mereka lebih percaya diri dalam melakukan korespondensi dalam Bahasa Inggris untuk tujuan bisnis. Dengan pengetahuan ini, diharapkan staff dan guru yayasan dapat berkomunikasi lebih baik lagi dengan lembaga-lembaga pendidikan di luar negeri.
Pelatihan ini membuktikan bahwa bahasa asing dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan pihak atau lembaga-lembaga Pendidikan di luar negeri. Dengan bimbingan dosen dan mahasiswa Universitas BSI, para staff dan guru Yayasan mempunyai kemampuan baru untuk meningkatkan performance kerja dimasa yang akan datang.