Workshop Digital Kreatif di UBSI Kampus Tasikmalaya: Dari Budaya Sampai Wibu, Semuanya Dibahas di Sini!
Tasikmalaya, BSINews – Minggu, 26 Januari 2025, bakal jadi hari penuh ilmu dan inspirasi buat warga Tasik yang nggak doyan rebahan tanpa arah. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya, bareng Tasik Digital Kreatif Forum (TDKF), siap bikin weekend kamu lebih berfaedah lewat Workshop Digital Kreatif dengan tema yang lumayan berat tapi penting, “Peluang & Tantangan Transformasi Budaya di Era Digital”.
Baca juga: MGBK SMK Karanganyar dan UBSI Gelar Workshop Edutech: Transformasi Digital untuk Guru BK
Acara bakal digelar di aula UBSI Kampus Tasikmalaya mulai jam 09.00 WIB. Tiga narasumber kece sudah siap berbagi ilmu:
1. Arnik Agniya F, Wakil 2 Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat 2024 – yang bakal bikin kamu makin cinta sama budaya kita.
2. Nega Dante, Ketua Komunitas Wibu Aliansi Tasikmalaya (WATASI) – siap ngobrol tentang peran subkultur pop dalam dunia digital.
3. Agung Baitul Hikmah, Pakar IT dan Kepala Kampus UBSI Kampus Tasikmalaya – bikin isu transformasi digital terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Workshop ini bakal dipandu sama Haerul Fatah, Ketua TDKF yang nggak kalah kece. “Alhamdulillah, ini acara ketiga yang TDKF gelar bareng UBSI. Semoga bisa terus jadi ajang buat nambah ilmu di bidang digital kreatif,” kata Haerul penuh semangat.
Nggak sering kan kamu lihat kolaborasi antara pakar IT, pegiat budaya tradisional, dan ketua komunitas wibu dalam satu panggung? Inilah yang bikin acara ini jadi langka dan wajib banget kamu ikuti. Diskusi dijamin mengalir dan bikin kamu dapat perspektif baru tentang bagaimana teknologi memengaruhi cara kita melestarikan dan berinteraksi dengan budaya di era digital.
“Buat kamu yang penasaran, buruan daftar di http://bit.ly/tdkf_januari2025 sebelum kehabisan kuota dan cuma bisa lihat postingan IG orang lain! Jadi, jangan sampai ketinggalan kesempatan buat belajar dan seru-seruan di acara ini, karena transformasi budaya digital itu bukan cuma soal teknologi—ini soal kita semua yang hidup di dalamnya,” ungkapnya.(ACH)