Ketika Budaya Bertemu Teknologi, UBSI Yogyakarta Bikin Gebrakan di Tourism Outlook 2025!

0 169

BSINews, Yogyakarta – Bagaimana jadinya jika budaya dan teknologi dipertemukan dalam satu panggung? Jawabannya ada di Anugerah Insan UBSI 2025 dan Seminar Pariwisata & Kebudayaan: Tourism Outlook 2025 yang digelar oleh UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) Kampus Yogyakarta pada Rabu, 19 Februari 2025, di Hotel Crystal Lotus Yogyakarta. Acara ini bukan hanya tentang seremonial belaka, tapi juga soal menggugah pemikiran, menyatukan gagasan, dan menyuntikkan semangat baru bagi pengembangan pariwisata di era digital.

Baca juga: UBSI Kampus Yogyakarta Siap Gelar Anugerah Insan BSI 2025 dan Seminar Tourism Outlook 2025

Sejak pagi, aula hotel sudah dipenuhi wajah-wajah antusias dari guru-guru Bimbingan Konseling (BK), dosen prodi Pariwisata, peserta umum, hingga perwakilan sekolah-sekolah yang siap menerima penghargaan. Ada semangat kebersamaan yang terasa hangat, seperti Yogyakarta yang selalu ramah menyambut siapa pun.

“Kolaborasi Budaya dan Teknologi dalam Menghadapi Tantangan Pengembangan Pariwisata” menjadi tema yang diusung dalam seminar kali ini. Dua nama besar di dunia pariwisata hadir membagikan perspektif berharga, di antaranya G.K.R Bendera selaku Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY dan Nurwulan Isnielma selaku Head of Creative Marketing & Innovation HeHa Group.

Acara ini dipandu apik oleh Dr. Ani Wijayanti sebagai moderator sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UBSI, ditemani host ceria Putri Ayu Citra Ardiyan yang sukses menjaga suasana tetap hangat dan interaktif.

Dalam paparannya, G.K.R Bendera menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat. “Pariwisata yang berkelanjutan itu butuh gotong royong. Teknologi memang penting, tapi budaya kita adalah jiwanya. Keduanya harus berjalan seiring,” tegasnya. Siapa sangka, teknologi yang sering dianggap ‘dingin’ bisa berpadu manis dengan budaya yang hangat?

Sementara itu, Nurwulan Isnielma tak kalah menarik saat berbagi pengalaman. Dengan semangatnya, ia membahas bagaimana teknologi seperti media sosial mampu menjadi ‘panggung utama’ untuk mempromosikan pariwisata.

“Tren bisa berubah cepat. Pelaku industri harus adaptif. Manfaatkan platform digital, ciptakan konten yang relatable, dan buat pengalaman wisata yang memorable,” sarannya. Tips yang mengena, apalagi di era selfie dan story Instagram!

Tak hanya soal seminar, acara ini juga menjadi ajang apresiasi lewat Anugerah Insan BSI 2025. Penghargaan diberikan kepada sekolah-sekolah yang telah mempercayakan siswanya untuk melanjutkan pendidikan di UBSI.

Mulai dari UBSI Kampus Tasikmalaya, UBSI Kampus Yogyakarta, UBSI Kampus Tegal, UBSI Kampus Solo, hingga UBSI Kampus Purwokerto, semua mendapatkan penghormatan atas dukungan dan kepercayaannya.

“Ini bukan sekadar plakat penghargaan, tapi simbol dari hubungan yang sudah terjalin erat antara BSI dan sekolah-sekolah mitra,” ujar Kepala Kampus UBSI Kampus Tasikmalaya Agung Baitul Hikmah dengan penuh haru.

Lebih dari sekadar acara formalitas, Anugerah Insan UBSI 2025 dan Tourism Outlook 2025 ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci menghadapi tantangan global. UBSI Kampus Yogyakarta tak hanya membicarakan teori, tetapi juga menghadirkan aksi nyata dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing.

Baca juga: Gelar Seminar Tourism Outlook 2025, UBSI Akan Hadirkan Ketua BPP DIY dan HeHa Group

Bukan hanya karena penghargaan yang diterima, tetapi juga karena semangat untuk terus maju yang semakin menggelora. Kolaborasi budaya dan teknologi bukan lagi sekadar wacana. Di tangan para insan pariwisata, masa depan yang inovatif dan berakar pada kearifan lokal kini semakin nyata.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.