Dosen UBSI Tunjukkan Peran Nyata Teknologi Melalui Pelatihan AI Berbasis Etika
BSINews, Bekasi- Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan literasi teknologi masyarakat dengan menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini dikemas dalam bentuk workshop bertajuk “Peningkatan Kreativitas Menggunakan AI: Etika dan Implementasi” yang diselenggarakan bersama mitra Yayasan As-Syamsuriyah pada 15 Maret 2025. Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan seputar pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara kreatif dan positif, serta menekankan pentingnya penggunaan yang beretika dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah dosen dari Fakultas Teknik dan Informatika UBSI, yaitu Ahmad Setiadi, selaku ketua pelaksana, Wahyutama Fitri Hidayat, sebagai narasumber utama, serta Nia Budiarti dan Norma Yunita sebagai pendamping peserta.
Kegiatan ini juga didukung oleh dua mahasiswa dari Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak. Acara dibuka oleh perwakilan Yayasan As-Syamsuriyah, Ustadz Aristo Rahman, yang menyampaikan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya pelatihan ini.
“Kami sangat mengapresiasi UBSI yang telah bersedia berbagi ilmu dan teknologi kepada masyarakat. Ini adalah bentuk kolaborasi yang luar biasa, apalagi di era sekarang di mana kemampuan digital sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, sambutan dari pihak kampus disampaikan oleh Ketua LPPM UBSI, Agus Junaidi. Ia menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.
“UBSI berkomitmen menjadikan kegiatan pengabdian seperti ini sebagai jembatan antara kampus dan masyarakat, agar ilmu yang kami kembangkan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh khalayak luas,” tuturnya.
Dalam sesi utama, Wahyutama Fitri Hidayat, sebagai narasumber, membawakan materi mengenai cara menggunakan teknologi AI untuk menciptakan konten visual bertema Ramadhan dan Hari Raya. Ia juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan AI.
“Kita tidak hanya bicara soal kecanggihan teknologi, tetapi juga bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab. AI bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat jika digunakan dengan bijak, terutama untuk menyebarkan pesan positif melalui media sosial,” jelas Wahyutama.
Peserta tampak antusias mengikuti pelatihan, mereka aktif berdiskusi dan bertanya terkait cara pembuatan gambar dan video menggunakan alat berbasis AI.
Tak hanya itu, para peserta juga belajar mengenai batasan hukum penggunaan AI serta bagaimana menghindari penyalahgunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya baru tahu kalau AI bisa dipakai untuk membuat konten dakwah yang menarik, ini sangat berguna untuk kegiatan kami di yayasan,” ujar salah satu peserta pelatihan.
Menutup kegiatan, Ahmad Setiadi, menyampaikan harapannya bahwa pelatihan ini dapat memberikan dampak nyata bagi peserta dalam berinovasi secara positif.
“Kami berharap ilmu yang dibagikan hari ini bisa menjadi bekal bagi para peserta untuk terus berkarya dan menyampaikan pesan-pesan kebaikan melalui teknologi. Dunia digital bukan lagi pilihan, tapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(RDX)