Mahasiswa UBSI Kampus Cikampek Tingkatkan Literasi Zakat, Tanamkan Kepedulian Sosial

0 95

BSINews, Karawang – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cikampek yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif sukses mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Yayasan Pesantren Terpadu Al-Munawar, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, pada Selasa (20/5). Berfokus pada tema “Meningkatkan Kepedulian Sosial Melalui Pemahaman Zakat untuk Generasi Islam,” inisiatif ini bertujuan meningkatkan literasi zakat dan menanamkan jiwa kepedulian sosial pada santri serta masyarakat sekitar.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini didukung penuh oleh Dosen UBSI serta mitra masyarakat, dan merupakan bukti nyata komitmen mahasiswa dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Tim pengabdian masyarakat ini terdiri dari tujuh mahasiswa UBSI Karawang yang diketuai oleh Anisa Rizky Nurrobi Ramadanti, bersama anggota timnya yaitu Ayudya Clea Tristanti, Asma’ Annisa, Siti Amanah, Sri Wulan Purnamasari, Intan Ali Firdaus, dan Wanda Hermawan, yang tergabung dalam kelompok 3 mata kuliah Pendidikan Agama Islam semester 6.

Baca juga : Membantu Sesama di Saat Pandemi Covid-19 Melalui Zakat

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman masyarakat tentang zakat, khususnya zakat mal dan zakat penghasilan, yang masih sering terbatas pada zakat fitrah saat Ramadan. Padahal, zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen pemberdayaan sosial jika dikelola dengan baik.

“Zakat adalah rukun Islam yang bukan hanya bersifat ritual, tetapi memiliki dimensi sosial yang luar biasa. Jika masyarakat memahami dan menunaikan zakat secara benar, maka banyak permasalahan sosial seperti kemiskinan dan pendidikan bisa terbantu secara signifikan,” ujar Anisa, Ketua Pelaksana Kegiatan, pada Jumat (20/6).

Program ini memiliki tujuan ganda untuk memberikan edukasi komprehensif mengenai zakat kepada generasi muda Islam dan masyarakat sekitar pesantren, serta menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial sejak dini. Selain itu, inisiatif ini juga mendorong pembentukan sistem pengelolaan zakat yang terorganisir di tingkat lembaga pendidikan nonformal.

Untuk memastikan materi tersampaikan dengan baik, tim UBSI merancang kegiatan interaktif dan edukatif. Sesi presentasi zakat disajikan dengan bahasa sederhana, dilengkapi video edukatif, sesi tanya jawab, dan kuis berhadiah untuk anak-anak.

“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selain bermanfaat bagi anak-anak, kami juga mendapatkan pemahaman baru tentang jenis-jenis zakat,” ujar salah satu guru DTA Al-Munawar, mengapresiasi upaya mahasiswa UBSI. Lebih dari 30 peserta aktif mengikuti seluruh rangkaian acara, menunjukkan antusiasme tinggi.

Dampak positif dari kegiatan ini terbukti melalui evaluasi pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan: pemahaman pengertian zakat meningkat dari 45% menjadi 85%, jenis-jenis zakat dari 30% menjadi 78%, syarat dan perhitungan dari 22% menjadi 71%, tujuan penyaluran zakat dari 40% menjadi 82%, dan minat menunaikan zakat melonjak dari 50% menjadi 90%.

Hasil ini menegaskan bahwa program edukasi yang terstruktur, meskipun sederhana, mampu memberikan dampak positif yang masif dalam meningkatkan kesadaran spiritual dan sosial, terutama di kalangan generasi muda Islam.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi program insidental, melainkan memicu lahirnya unit edukasi zakat yang berkelanjutan di lingkungan pesantren dan komunitas lokal. DTA Al-Munawar sendiri telah menyatakan komitmennya untuk terus mengintegrasikan materi zakat dalam pembelajaran rutin santri, serta membuka ruang kolaborasi dengan lembaga zakat lokal.

Baca juga : Dosen UBSI Pontianak Beri Pelatihan dan Hibah Aplikasi Ziswaf (Zakat, Infaq, Sedekah, Dan Wakaf) Pada Yayasan Bani Yusuf Pontianak

“Kami ingin menjadikan zakat sebagai pilar pemberdayaan umat. Dengan membangun pemahaman sejak usia dini, kami berharap tercipta generasi Islam yang bukan hanya taat ibadah, tetapi juga peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” ujar Anisa, mewakili harapan besar tim pengabdian. (Vivi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.