Kuliah di Jogja, Nggak Harus Nguras Tabungan! Ada Kampus yang Bikin Dompet Tetap Adem dan Otak Tetap Jalan

0 81

BSINews, Yogyakarta – Bicara soal Jogja, kita langsung kebayang dua hal, gudeg dan gundah. Gudeg karena memang enak, gundah karena makin banyak anak SMA/Sederajat yang galau mikirin mau kuliah di mana—apalagi yang dompetnya nggak tebel-tebel amat, tapi pengen tetap sekolah tinggi dan hidup nggak ngenes-ngenes amat.

Jogja itu semacam magnet. Kota ini bisa bikin orang jatuh cinta, bukan cuma karena romantisme jalanan Malioboro atau angkringan tengah malam, tapi karena satu hal yang paling penting buat anak muda, yaitu pendidikan. Jogja disebut kota pelajar bukan tanpa alasan. Tapi jadi pelajar di kota pelajar juga butuh akal, bukan cuma niat.

Baca juga: 4 Kampus Swasta di Jogja dengan Jurusan Sistem Informasi Berkualitas, Pilihan Tepat untuk Calon Mahasiswa IT 

Siapa sih yang nggak pengen kuliah di UGM? Kampus nomor wahid yang sudah jadi impian nasional ini punya sistem UKT yang katanya “sesuai kemampuan”. Tapi kadang-kadang, kemampuan yang dimaksud masih terasa seperti uji kesabaran finansial.

Lalu ada UNY, tempat lahirnya para pendidik masa depan dan kini juga makin meluas ke berbagai jurusan. Keren? Jelas. Tapi tetap, bukan berarti gratis. Lalu kampus-kampus swasta semacam UAD dan UII juga muncul sebagai bintang baru—biaya kuliah oke, beasiswa berseliweran, dan suasana akademik yang mendukung.

Tapi, ada satu nama yang, jujur saja, jarang disebut di awal tapi bisa jadi penyelamat akhir yaitu Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Yogyakarta.

UBSI Kampus Yogyakarta ini ibarat temen nongkrong yang jarang bacot tapi selalu ada waktu kamu butuh. Kampus ini paham betul bahwa banyak anak muda yang punya semangat tinggi tapi anggaran terbatas. Makanya mereka ngasih solusi yang nggak neko-neko, kuliah tanpa uang gedung dan cicilan bulanan yang bisa disesuaikan. Iya, dicicil. Kayak beli HP tapi buat masa depan.

Buat yang pengen kuliah sambil kerja, atau yang orang tuanya bilang “Ayah ibumu bukan orang kaya, Nak, tapi doamu selalu kami aminkan,” maka UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif adalah pilihan realistis yang nggak mengorbankan kualitas.
Dan lokasinya pun nggak bikin nyasar. Dekat Ringroad, nggak jauh dari Stasiun Tugu, dan gampang diakses pake kendaraan umum maupun ojek online. Mahasiswa rantau pasti manggut-manggut pas baca ini.

Kepala Kampus UBSI Kampus Yogyakarta Vadlya Maarif mengatakan, salah satu program studi paling menarik di UBSI Kampus Yogyakarta adalah Pariwisata. Bayangin, belajar soal industri pariwisata sambil tinggal di kota yang isinya tempat wisata dan budaya. Teori di kelas bisa langsung diuji di Keraton, Malioboro, atau Pantai Parangtritis. Kuliah rasa jalan-jalan? Siapa takut.

“Kampus ini nggak cuma ngajarin cara jadi pekerja pariwisata, tapi juga membuka wawasan soal industri kreatif, hospitality, dan bagaimana mengenalkan budaya lokal ke dunia global. Karena pariwisata bukan sekadar paket wisata dan foto Instagramable, tapi cara kita menceritakan siapa kita, dari mana, dan kenapa kita pantas dikunjungi,” ujarnya.

Baca juga: Nggak Cuma Dapat Penghargaan, SMKN 1 Rajadesa Juga Diajak Jalan-Jalan ke Jogja Bareng UBSI!

Kuliah itu mimpi. Tapi mimpi yang realistis bukan soal menyerah, melainkan tahu kapan harus belok biar tetap sampai tujuan. UBSI Kampus Yogyakarta hadir bukan untuk saingan sama kampus top nasional, tapi buat ngisi celah yang sering dilupakan, mereka yang mau kuliah, mampu belajar, tapi butuh pintu masuk yang manusiawi.

Jadi, kalau kamu (atau adikmu, tetanggamu, temen satu gengmu) lagi bingung cari kampus di Jogja yang bisa diajak kompromi soal biaya tanpa ngorbanin kualitas, mungkin sudah saatnya kamu ngelirik ke arah yang kadang terlewat, yaitu UBSI Kampus Yogyakarta.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.