Pajak Bukan Sekadar Potongan Gaji! Catatan Mahasiswa UBSI tentang Etika, Negara, dan Masa Depan

0 28

BSINews, Karawang – Kalau ada seminar yang bisa bikin mahasiswa berpikir dua kali sebelum beli iPhone baru tapi lupa bayar pajak e-commerce-nya, mungkin seminar ini jawabannya. Di tengah teriknya Karawang yang seperti sedang membakar niat bolos kuliah, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang nekat menggelar sebuah acara yang, jujur saja, dari judulnya saja sudah terasa berat, “Etika dan Hukum Pajak Sebagai Pilar Integritas dalam Pembangunan Bangsa.”

Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru kabur. Karena siapa sangka, ternyata dari seminar ini, lahir percikan kesadaran yang cukup bikin mahasiswa semester 4 mikir, “Oh, jadi pajak itu penting, ya?”

Baca juga: Gandeng DJP, Prodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Pontianak Perkuat Edukasi Pajak Mahasiswa Lewat Program Tax Go to Campus

Seminar ini bukan seminar biasa. Ini semacam pertemuan akbar antara mahasiswa yang biasanya cuma paham “diskon 11.11” dengan kenyataan bahwa pembangunan negara ini tidak dibiayai dari langit, tapi dari pajak. Ada 45 mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Karawang yang jadi saksi hidup acara edukatif ini. Diselenggarakan di Rabu, 25 Juni 2025, yang biasanya cuma jadi jembatan menuju akhir pekan, seminar ini justru jadi semacam terapi nasionalisme ringan.

Yang bikin suasana tambah berisi, hadir pula Evie Andayani selaku Penyuluh Pajak Ahli Madya dari KPP Migas. Evie menjelaskan dengan tenang tapi tajam, bahwa etika dan hukum dalam perpajakan itu ibarat nasi dan lauk, nggak bisa dipisah.

“Etika menjembatani kesadaran pribadi dengan kepatuhan hukum,” kata Evie. Dan kalimat itu bikin sebagian peserta yang tadi asyik main HP, langsung menoleh. Mungkin baru sadar bahwa negara ini butuh lebih dari sekadar status galau di bio Instagram untuk bisa maju.

Di era digital seperti sekarang, di mana orang bisa ngirim kucing joget lewat WhatsApp, sistem pajak juga mesti ikut upgrade. Evie ngomongin soal digitalisasi data pajak dan transparansi informasi. Bukan sekadar istilah keren, ini soal bagaimana negara bisa tahu siapa yang beneran bayar pajak dan siapa yang cuma pura-pura dermawan di media sosial.

Acara dipandu dengan gaya santai tapi tetap berbobot oleh moderator sekaligus dosen UBSI, Muhammad Faittullah Akbar. Lewat sesi studi kasus dan tanya jawab, mahasiswa diajak mikir, “Kalau kamu jadi akuntan, trus bosmu nyuruh mark up laporan pajak, nurut atau ngelawan?”

Dan yang bikin haru adalah sambutan dari Kaprodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Karawang Dede Firmansyah Saefudin. Dede bilang, “Dalam dunia akuntansi dan perpajakan, integritas itu mata uang yang paling berharga.” Kalimat ini bikin merenung, karena ternyata jadi profesional itu bukan cuma soal skill, tapi juga soal hati dan keberanian buat bilang “tidak” pada pelanggaran.

Pertanyaan-pertanyaan kritis mulai bermunculan dari mahasiswa, mulai dari isu tax avoidance, transfer pricing, sampai teknologi terbaru di DJP. Mereka tidak sekadar duduk dan nyatet, tapi aktif menguliti realitas pajak Indonesia. Mungkin inilah bibit-bibit perubahan itu. Bukan dari demo di jalan, tapi dari ruang seminar kampus yang penuh semangat belajar.

Lewat acara ini, UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif menunjukkan bahwa pendidikan itu bukan cuma soal lulus cepat dan kerja enak. Tapi soal jadi manusia utuh. Yang sadar kalau pajak itu bukan kutukan, tapi kontribusi. Bahwa bayar pajak itu bukan kehilangan, tapi memberi. Dan jadi mahasiswa itu bukan cuma tentang skripsi, tapi tentang membentuk karakter.

Baca juga: Lapor Pajak Kini Bisa Dibantu Mahasiswa: Tax Center UBSI Jadi Solusi Warga Kampus dan Masyarakat

Karena pada akhirnya, negara ini nggak dibangun dari niat baik semata, tapi dari pajak yang dibayar dengan jujur. Dan siapa tahu, generasi yang duduk di seminar hari ini, adalah generasi yang bakal ngubah wajah perpajakan di masa depan.

Entah sebagai akuntan, pegawai DJP, atau pengusaha yang ogah main-main sama slip pajak. Jadi, masih mau bilang pajak itu cuma urusan negara? Atau sudah siap jadi bagian dari sistem yang sehat, mulai dari seminar kampusmu sendiri?(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.