ERD, LRS, UML, dan Segala Bahasa Planet Teknologi! Kisah Mahasiswa Himasi yang Belajar Bikin Sistem, Bukan Cuma Hafal Modul
BSINews, Karawang – Sebagian besar orang mungkin akan mengira bahwa malam hari di kampus itu waktunya untuk pulang, istirahat, atau minimal nongkrong sambil ngopi di warung seberang. Tapi beda cerita di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang.
Di sebuah ruangan yang terang benderang dan penuh semangat mahasiswa yang tampaknya udah kebal sama tugas dan deadline, berlangsunglah sebuah workshop bertajuk cukup serius, “Mengasah Pemodelan Sistem: ERD, LRS, dan UML untuk Dunia Profesional”. Iya, judulnya panjang. Tapi semangatnya lebih panjang lagi.
Baca juga: HIMASI Luncurkan Seri Workshop Microsoft Office untuk Mahasiswa Sistem Informasi
Diselenggarakan oleh HIMASI (Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi) UBSI, workshop ini digelar pada Kamis (26/6) malam hari, dari jam 6 sampai 9 malam. Sungguh waktu yang sangat tidak ramah bagi perut lapar atau otak lelah. Tapi siapa sangka, aula kampus tetap ramai. Puluhan mahasiswa dari berbagai angkatan datang, sebagian dengan laptop, sebagian dengan rasa penasaran yang bahkan lebih berat dari RAM 2GB.
Ilham Kurniawan, hadir sebagai narasumber. Orang ini, kalau boleh dibilang, udah kayak kamus berjalan pemodelan sistem. Dibantu oleh host yang enerjik dan punya selera humor bagus yakni Irfan Sopandi, sesi dibuka dengan bahasan soal ERD alias Entity Relationship Diagram. Singkatnya, ini semacam blueprint buat bikin sistem informasi. Kalau sistem informasi itu rumah, maka ERD adalah denahnya. Tanpa denah? Ya rumahnya bisa kayak maze horor Jepang.
Ilham menegaskan, “ERD itu fondasi. Kalau dari awal salah gambar relasi, ya nanti data bisa saling tabrakan, sistem jadi ambyar.” Penjelasannya jelas dan renyah. Mahasiswa mulai mengangguk, tanda mereka paham atau pura-pura paham. Yang penting suasana belajar hidup.
Nah, yang menarik dari workshop ini adalah pendekatannya yang praktikal. Mahasiswa nggak cuma duduk pasif sambil mencatat definisi. Mereka diajak untuk langsung bikin ERD dari kasus nyata, sistem pemesanan, sistem kepegawaian, dan sistem akademik. Pokoknya yang biasa bikin stres anak-anak magang bagian IT.
Tak berhenti sampai di ERD, sesi lanjut ke LRS dan UML. Bagi yang belum tahu, ini adalah level selanjutnya. Kalau ERD itu tentang ‘apa saja datanya’, maka UML lebih ke ‘gimana alurnya’. Ini penting banget kalau mahasiswa pengin kerja di perusahaan yang serius urusan dokumentasi. Di dunia nyata, ngoding tanpa dokumentasi itu kayak naik gunung tanpa peta, di mana nekat, penuh risiko, dan pasti nyasar.
Ketua HIMASI UBSI pun turun tangan memberikan pernyataan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara semalam, tapi bagian dari komitmen untuk memperkuat keterampilan mahasiswa. Karena faktanya, dunia kerja sekarang makin cerewet—mereka cari orang yang nggak cuma bisa ngomong teknis, tapi juga ngerti proses, bisa bikin diagram, dan nyambung waktu meeting bareng tim dev dan klien.
Salah satu peserta, Fikri Maulana, bilang, “Saya pengin ada lanjutan. Kayak pelatihan pakai MySQL langsung, atau Oracle. Biar langsung tahu rasanya ngoding sambil nangis.” Sebuah pengakuan jujur yang kita semua rasakan tapi jarang diucapkan.
Baca juga: 1 Hari LDKM Penuh Inspirasi: HIMASI UBSI Karawang Cetak Pemimpin Muda di Purwakarta
Workshop malam itu bukan cuma ngasih ilmu, tapi juga membuka mata. Bahwa jadi mahasiswa Sistem Informasi bukan cuma soal ngoding dan ngurus bug, tapi juga soal memahami struktur, berpikir sistematis, dan bisa nerjemahin kebutuhan manusia ke dalam bahasa teknologi.
Dan kalau dipikir-pikir, hidup juga kayak sistem. Ada entitas, ada relasi, ada alur, bahkan ada error. Yang penting, kita belajar bikin blueprint-nya dengan baik, biar sistem hidup kita nggak crash di tengah jalan.(ACH)