Dari Aula UBSI Kampus Karawang ke Panggung Nasional, Kisah Yorinda dan Peran Orang Tua dalam Dunia yang Serba Digital

0 33

BSINews, Karawang – Kalau biasanya orang tua cuma datang ke kampus pas nganter anaknya daftar atau wisuda, kali ini beda. Sabtu, 5 Juli 2025, suasana di aula Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang mendadak hangat dan agak haru. Bukan karena ada drama Korea diputarkan, tapi karena kampus ini sukses bikin acara Bincang Edukatif yang terasa lebih kayak family gathering ketimbang seminar formal, Bincang Kampus bersama Orang Tua (BKOT).

Yang bikin spesial bukan cuma karena ruangannya penuh sama ratusan orang tua calon mahasiswa baru, tapi juga karena hadirnya sosok alumni yang sekarang jadi influencer dan pembicara kece—Yorinda Ratri Ariri. Nama yang barangkali belum seterkenal artis TikTok, tapi kontennya edukatif, dan yang paling penting, dia lulusan UBSI Kampus Karawang juga. Jadi, ceritanya tuh relate banget.

Baca juga: UBSI Kampus Cikarang Perkuat Sinergi dengan Orang Tua Maba Lewat BKOT Batch 2

Yorinda nggak cuma tampil cantik dan percaya diri di depan audiens, tapi juga bawa energi yang bikin siapa pun pengin dengerin. Dengan gaya bicara yang santai tapi dalam, dia buka cerita soal gimana dulu masuk UBSI cuma modal mimpi dan tekad.

“Saya bukan siapa-siapa ketika masuk UBSI, tapi kampus ini membentuk saya jadi pribadi yang percaya diri, tangguh, dan kreatif,” katanya. Klise? Nggak juga. Karena kalimat itu keluar dari seseorang yang udah ngerasain sendiri prosesnya, bukan sekadar motivator sewaan.

Tema diskusinya waktu itu memang nyentil, “Peran Orang Tua dalam Mendorong Karakter dan Prestasi Anak di Era Digital.” Judulnya panjang, tapi maknanya tajam. Yorinda ngajak para orang tua untuk nggak cuma jadi penonton di pinggir lapangan kehidupan anak-anak mereka, tapi benar-benar ikut main, jadi tim pendukung yang selalu ada, apalagi di tengah derasnya arus media sosial, tekanan digital, dan krisis pencarian jati diri anak muda zaman sekarang.

“Anak-anak itu sekarang nggak butuh dimarahin karena main HP terus. Tapi ditanya, ‘Kamu ngapain aja di HP-nya?’ Diajak ngobrol, diajak mikir, bukan cuma diawasi,” ujar Yorinda sambil ketawa kecil, yang langsung disambut anggukan kepala dan tawa setuju para bapak ibu di ruangan.

Di tengah segala kecemasan soal anak-anak yang makin susah diajak ngobrol, makin banyak ngumpet di dunia maya, kehadiran figur seperti Yorinda rasanya kayak oase. Ia membuktikan bahwa dengan ekosistem yang mendukung, baik dari kampus maupun keluarga, anak-anak bisa tumbuh jadi pribadi yang bukan cuma bisa kerja, tapi juga bisa berdaya, berbagi, dan menginspirasi.

Kepala Kampus UBSI Kampus Karawang, Hasan Basri, juga nggak ketinggalan menyampaikan kebanggaannya. “Kami ingin orang tua tahu bahwa kami nggak cuma nyetak lulusan dengan IPK tinggi, tapi juga pribadi yang siap menghadapi dunia kerja dan perubahan zaman.” Di sini, pernyataan seperti itu nggak terasa kayak basa-basi brosur kampus. Karena di hadapan mereka, ada Yorinda, bukti nyatanya.

Setelah sesi motivasi yang bikin merinding itu, giliran para orang tua nanya-nanya ke tim akademik UBSI. Dari soal beasiswa, sistem kuliah, sampai prospek kerja. Semua dijawab tuntas, bahkan ada yang lanjut konsultasi personal. Nggak ada gap, nggak ada yang sok tahu, hanya percakapan dua arah antara kampus dan keluarga.

Tercatat, lebih dari 200 orang tua hadir hari itu. Jumlah yang mungkin kecil kalau dibandingkan konser musik, tapi cukup untuk menandai bahwa UBSI Kampus Karawang serius membangun hubungan jangka panjang dengan keluarga mahasiswanya.

Statistik dari BPS bilang, cuma 18% orang tua di Indonesia yang aktif mengikuti perkembangan pendidikan anaknya di perguruan tinggi. UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif pengin ngubah angka itu. Nggak lewat kampanye gede-gedean, tapi lewat acara seperti ini, yang nyata, menyentuh, dan membumi.

Baca juga: UBSI Kampus Ciledug Perkuat Sinergi dengan Orang Tua Lewat BKOT Bertema “Our Best Future”

Sebelum acara ditutup, Yorinda sempat melontarkan satu kalimat yang diam-diam mungkin bikin sebagian orang tua mengusap sudut mata. “Temani anak-anak kita. Karena sukses itu bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang terus bertahan, dan nggak pernah merasa sendirian.”

Kalau boleh jujur, kampus itu bukan cuma soal gedung, dosen, atau kurikulum. Tapi soal siapa saja yang hadir di sana untuk saling membentuk, saling mendukung. Lewat BKOT ini, UBSI Kampus Karawang nunjukin bahwa mereka nggak pengin jadi pabrik gelar sarjana. Mereka pengin jadi rumah, buat siapa pun yang percaya bahwa pendidikan, kalau ditemani cinta bisa benar-benar mengubah hidup.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.