LSP UBSI Jalani Witness 8 Skema Baru, Tim BNSP Apresiasi Profesionalisme Pelaksanaan
BSINews, Jakarta – Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Bina Sarana Informatika (LSP UBSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu sertifikasi kompetensi melalui pelaksanaan kegiatan witness untuk delapan skema baru. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penting dalam proses lisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pelaksanaan witness berlangsung pada Sabtu (21/6) di Kampus UBSI Kaliabang. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh tim asesor dari BNSP yang terdiri atas Nova Anggraini selaku ketua tim, Evi Listiyani sebagai anggota tim, serta Adinda Ailsa Rahma sebagai observer.
Tim asesor BNSP melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap pelaksanaan asesmen kompetensi oleh LSP UBSI. Proses ini menyasar langsung pelaksanaan asesmen kepada asesi atau peserta uji, khusus pada delapan skema sertifikasi terbaru yang diajukan oleh LSP UBSI.
Ke delapan skema baru tersebut disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan disesuaikan dengan kebutuhan sektor industri terkini. Skema-skema ini diharapkan mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang, sekaligus memperkuat relevansi sertifikasi terhadap praktik industri.
Nova Anggraini menyampaikan apresiasinya atas keseriusan dan kesiapan LSP UBSI dalam menyelenggarakan asesmen secara profesional. “Kami melihat adanya upaya serius dari LSP UBSI dalam menjamin kualitas pelaksanaan sertifikasi. Ini merupakan langkah positif dalam menciptakan SDM kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujarnya dalam keterangan rilis, Sabtu (21/6).
Kegiatan witness ini sekaligus menjadi bukti sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri dalam menciptakan lulusan yang siap kerja, berkompeten, dan tersertifikasi. Proses ini juga menjadi indikator kualitas internal LSP UBSI dalam mengelola program sertifikasi sesuai standar nasional.
Dengan adanya delapan skema baru ini, LSP UBSI berupaya memperluas layanan sertifikasi, tidak hanya untuk mahasiswa Universitas BSI, tetapi juga bagi masyarakat umum yang membutuhkan pengakuan atas kompetensi profesional di bidang masing-masing.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen mendukung penguatan SDM Indonesia melalui jalur formal dan nonformal, salah satunya dengan memperluas akses terhadap sertifikasi kompetensi yang relevan dan terstandarisasi.(Niken)