Swalayan, Beasiswa, dan Mimpi yang Bisa Didaftarkan Langsung di Depan Kasir

0 87

BSINews, Bekasi – Di antara tumpukan promo sabun cuci, bumbu instan buy 2 get 1, dan suara mbak kasir yang hapal barcode lebih dari nama mantan, ada yang berbeda di Naga Swalayan Tambun akhir Juli sampai awal Agustus ini.

Bukan, ini bukan demo produk panci anti lengket. Ini juga bukan bazar buku langka. Tapi sesuatu yang bisa dibilang lebih penting dari diskon 70% rak clearance, yaitu boothh pendaftaran kuliah dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kaliabang. Iya, Sob. Kuliah. Di depan swalayan. Gila, kan?

Baca juga: UBSI Kampus Pontianak Serahkan LOA Beasiswa kepada Siswa Berprestasi SMK Negeri 2 Pontianak

Gimana ceritanya? Bayangin gini. Kamu niatnya cuma beli beras, minyak, sama teh celup. Tapi sebelum masuk, ada spanduk gede yang bilang “Daftar Kuliah di Sini, Dapat Beasiswa 20%!” Dan tanpa sadar, kamu tiba-tiba udah duduk manis di depan laptop petugas, sambil nanya, “Ilmu Komunikasi di sini belajar apa aja, ya, Mbak?”

Begitulah konsep Open Booth UBSI, strategi cerdas sekaligus manis buat mendekatkan kampus ke hati masyarakat, secara harfiah. Dimulai dari tanggal 30 Juli sampai 5 Agustus 2025, mereka hadir tiap hari jam 11 siang sampai jam 6 sore. Tempatnya? Tepat di depan pintu swalayan, tempat semua ibu-ibu dan calon mahasiswa lewat sambil mikirin harga daging ayam naik lagi apa enggak.

Menurut Muhamad Tabrani selaku Kepala Kampus UBSI Kampus Kaliabang yang juga kayaknya punya visi marketing visioner, Open Booth ini bukan cuma sekadar ajang promosi. Ini soal akses. Soal mimpi-mimpi anak muda yang sering kandas cuma karena info soal kuliah nggak nyampe ke telinga.

“UBSI itu sudah akreditasi Unggul. Kita punya program studi yang sesuai kebutuhan industri. Kita mau semua orang tahu itu,” katanya. Dan bener juga sih. Banyak anak muda yang mentok bukan karena nggak mau kuliah, tapi karena mikir kuliah itu jauh, mahal, dan ribet daftarnya. Padahal, zaman sekarang daftar kuliah bisa sekalian sambil nunggu istri belanja deterjen.

Yang bikin Open Booth ini makin masuk akal adalah pendekatan UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif soal fleksibilitas. Kuliah hybrid (online & offline), jam kuliah fleksibel, dan bahkan ada kelas khusus karyawan. Jadi, buat kamu yang udah kerja tapi masih ngerasa otak haus ilmu, nggak ada alasan buat nggak lanjut kuliah.

Program studinya juga nggak kaleng-kaleng. Dari Sistem Informasi, Teknik Informatika, Ilmu Komunikasi, sampai Pariwisata dan Manajemen. Pokoknya, semua yang bisa bikin kamu lebih dari sekadar karyawan magang abadi.

Dan ya, bonusnya? Selain dapat info kuliah, kamu juga dapat souvenir lucu dan beasiswa potongan 20% buat biaya kuliah. Syaratnya? Gampang banget. Tinggal download aplikasi BSI PMB dari Play Store, daftar langsung di booth, dan voila! Mimpi kuliah tinggal selangkah lagi. Bahkan bisa sambil nenteng kantong belanja isi tempe dan tahu.

Coba deh pikir. Selama ini, masa depan sering kita bayangkan lahir dari hal besar, lulus SMA ranking satu, dapet surat cinta dari kampus negeri, atau ikut lomba debat nasional. Padahal, buat sebagian orang, masa depan justru dimulai dari keputusan impulsif di depan swalayan. Saat lihat spanduk kuliah, mampir, ngobrol, dan daftar.

Dan memang begitulah seharusnya pendidikan, yaitu hadir di mana orang berada. Bukan nunggu disambangi, tapi menjemput, menyapa, bahkan di tengah-tengah keranjang belanja dan diskon mi instan.

Baca juga: Kerja Siang, Kuliah Malam, Beasiswa Tetap Datang: UBSI Jawab Mimpi Mahasiswa Produktif

Jadi, buat kamu yang lagi bimbang antara nabung buat motor atau kuliah, atau kamu yang tiap tahun nunda kuliah karena alasan klasik, datang aja ke Naga Swalayan Tambun. Siapa tahu, masa depanmu bukan ditentukan dari banyaknya follower, tapi dari keberanian mampir ke booth UBSI dan klik “Daftar Sekarang”.

Karena masa depan nggak melulu tentang kampus elit atau ijazah berlapis emas. Kadang, masa depan adalah keberanian untuk mulai. Walau dari depan swalayan.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.