Agama dan Cinta Sesama: Mahasiswa UBSI Tanamkan Nilai Kebahagiaan Sejati di SDN 3 Bekasi Jaya
BSINews, Bekasi – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Bekasi, yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN 3 Bekasi Jaya, yang berlokasi di Jl. KH. Agus Salim No. 204, RT.001/RW\.008, Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (28/5), dengan mengusung tema “Agama adalah Sumber Kebahagiaan”. Tujuannya adalah menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai pondasi dalam membentuk karakter positif dan kebahagiaan sejati bagi generasi muda.
Sebanyak 10 mahasiswa yang tergabung dalam tim pengabdian hadir langsung untuk berinteraksi dan berbagi ilmu dengan siswa-siswi SD. Mereka menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukatif dan menyenangkan, seperti pembelajaran agama yang interaktif, permainan edukatif, serta diskusi ringan mengenai pentingnya kejujuran, rasa syukur, dan saling menghargai.
Salah satu mahasiswa, Nurul Mayanih, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengajarkan tentang agama sebagai ritual, tetapi juga sebagai bentuk kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Ia menuturkan, “Agama bukan hanya tentang ritual, tapi juga tentang bagaimana kita mencintai diri sendiri dan sesama. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kebahagiaan bisa dimulai dari hal sederhana seperti berbagi senyum dan kasih sayang,” ujarnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Sabtu (31/5).
Baca juga : UBSI Kampus Bekasi Raih Akreditasi Unggul: Bukti Nyata Kualitas Pendidikan Bertaraf Nasional
Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa, guru, dan warga sekolah. Keceriaan terpancar dari wajah anak-anak yang mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat. Momen kebersamaan yang terekam dalam foto menjadi bukti kehangatan yang terjalin antara mahasiswa dan para siswa.
Selain menyampaikan materi, para mahasiswa juga membuka ruang untuk mendengarkan cerita dan pendapat siswa. Dalam sesi tanya jawab, muncul pertanyaan-pertanyaan polos namun bermakna dari anak-anak yang mendorong terciptanya suasana diskusi yang akrab dan menyentuh. Kelas pun berubah menjadi ruang berbagi pengalaman dan nilai-nilai kehidupan.
Salah satu momen paling berkesan terjadi saat para siswa diminta menuliskan satu hal yang mereka syukuri hari itu. Dari jawaban sederhana seperti “punya teman baik”, “bisa belajar”, hingga “masih punya orang tua”, para mahasiswa menyadari pentingnya menanamkan rasa syukur sejak dini. Nilai-nilai tersebut, meskipun tampak sepele, merupakan pondasi penting dalam membentuk pribadi yang kuat dan bahagia.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa bersama serta pemberian hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif para siswa. Suasana haru dan bahagia mewarnai akhir acara, menunjukkan bahwa kegiatan sederhana ini mampu memberikan dampak yang mendalam.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tali silaturahmi antara perguruan tinggi dan pendidikan dasar dapat terus terjalin. Bagi mahasiswa UBSI, program ini bukan sekadar bentuk pengabdian, tetapi juga menjadi pembelajaran hidup yang berharga. Sementara bagi para siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman bermakna yang menanamkan pesan penting: bahwa kebahagiaan sejati lahir dari hati yang penuh cinta, rasa syukur, dan keimanan. (Alisa)