Sertifikasi Pajak Nasional: Mahasiswa UBSI Diuji Siap Hadapi Dunia Kerja
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, melalui Program Studi Manajemen Pajak, sukses menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Kompetensi Teknisi Perpajakan Nasional pada Senin (13/1). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Bina Sarana Informatika (LSP BSI) dan diikuti oleh mahasiswa semester 5.
Sertifikasi ini mencakup dua skema utama, yaitu Teknisi Perpajakan Pajak Penghasilan Orang Pribadi serta Teknisi Perpajakan Pajak Penghasilan Badan Sektor Usaha dan Perdagangan. Pelaksanaan sertifikasi menjadi agenda rutin setiap semester, baik ganjil maupun genap, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan dan memastikan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan dunia industri, khususnya di bidang perpajakan.
Baca juga: UBSI Tingkatkan Literasi Pajak Mahasiswa lewat Seminar Interaktif
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan perkembangan dunia perpajakan yang dinamis. Sertifikat yang diperoleh dari kegiatan ini diakui secara nasional dan memberikan pengakuan resmi terhadap kemampuan mahasiswa dalam mengelola perpajakan, baik untuk individu maupun badan usaha. Proses asesmen dilakukan secara ketat dan komprehensif oleh LSP BSI, sebagai lembaga yang telah terakreditasi secara nasional dan didukung oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Penilaian dilakukan melalui observasi langsung, pertanyaan tertulis, serta wawancara untuk mengukur kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.
Pada skema Teknisi Pajak Penghasilan Orang Pribadi, mahasiswa diuji dalam 16 unit kompetensi, termasuk persiapan pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) serta pengajuan pengungkapan kesalahan dalam Surat Pemberitahuan (SPT). Sementara itu, pada skema Teknisi Pajak Penghasilan Badan, mahasiswa harus menyelesaikan 29 unit kompetensi yang mencakup seluruh proses perpajakan badan usaha, mulai dari pendaftaran NPWP hingga pengajuan keberatan atas ketetapan pajak.
Eka Dyah Setyaningsih selaku asesor menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam penguatan kemampuan teknis mahasiswa di bidang perpajakan. “Sertifikasi ini memberikan standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja dan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi tantangan profesional,” ujar Eka Dyah Setyaningsih dalam keterangan rilis, Senin (13/1).
Baca juga: Literasi Pajak, Prodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI dan DJP Kalbar Bentuk Tax Center
Hal senada juga disampaikan Hartanti, asesor lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan. Ia menekankan bahwa sertifikasi tidak hanya menjadi penilaian formal, tetapi juga menjadi media pembelajaran. “Mahasiswa tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga praktik, sehingga benar-benar siap masuk ke dunia industri perpajakan,” jelas Hartanti.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas BSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Melalui program sertifikasi seperti ini, UBSI membuktikan keseriusannya dalam mencetak lulusan profesional yang mampu menjawab kebutuhan industri dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(Niken)