Paparkan Program Beasiswa Jalur Undangan di Seminar Parenting UBSI Kampus BSD Sesi 2
BSINews, Tangerang – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sebagai kampus Digital Kreatif kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan tinggi yang inklusif melalui gelaran Seminar Parenting Sesi 2 pada Jum’at, (27/6). Acara ini dibuka langsung oleh Kepala kampus UBSI kampus BSD, Mahmud Safudin, yang menyampaikan sambutan hangat sekaligus memaparkan detail Program Beasiswa Jalur Undangan (BJU).
Dalam sambutannya, Mahmud menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir, mulai dari siswa, guru, hingga orang tua.
“Kehadiran Bapak/Ibu dan ananda siswa-siswi merupakan bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan pendidikan tinggi bagi generasi muda,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan secara sistematis tentang BJU, mulai dari tahapan pengajuan hingga penerbitan Surat Keputusan (SK) Beasiswa oleh Rektor UBSI. Program ini ditujukan bagi siswa berprestasi yang memiliki keterbatasan finansial, dengan proses seleksi yang transparan dan terukur.
Sesi tanya jawab pun berlangsung aktif, membahas berbagai pertanyaan seperti masa berlaku Letter of Acceptance (LoA), ketentuan akademik selama masa studi, dan batas waktu pendaftaran ulang.
Sebagai bentuk motivasi nyata, seminar juga menghadirkan dua mahasiswa penerima BJU, yaitu Grace dan Eka, yang membagikan pengalaman inspiratif mereka.
“Awalnya saya ragu bisa lanjut kuliah karena kondisi ekonomi keluarga, tapi alhamdulillah lewat program BJU saya bisa kuliah di UBSI tanpa khawatir soal biaya,” ujar Eka dalam keterangan rilis (27/6).
Baca Juga : Universitas BSI Kampus BSD Bagikan Informasi Program Beasiswa di Hari Kedua Job dan Edu Fair SMK Fadillah
Grace menambahkan, “Beasiswa ini membuat saya lebih semangat. Saya merasa dihargai dan didorong untuk terus berkembang.”
Dengan paparan yang jelas, testimoni menyentuh, dan suasana yang penuh semangat, Seminar Parenting UBSI kampus BSD sesi 2 tidak hanya menjadi wadah informasi, tetapi juga ruang penguatan semangat dan harapan bagi keluarga yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi anaknya secara layak dan terjangkau. (Safika Rahman)