UBSI Kampus Yogyakarta Gelar Seminar Pariwisata, Dorong Guru Jadi Agen Edukasi Pariwisata Berkelanjutan
BSINews, Yogyakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Yogyakarta yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, menggelar Seminar Pariwisata bertajuk “Membangun Kesadaran Pariwisata Berkelanjutan: Peran Guru dan Strategi Komunikasi dalam Mendidik Generasi Penerus.” Acara ini berlangsung pada Rabu (13/11), di Wisma BSI Yogyakarta, menghadirkan 45 Guru Bimbingan Konseling (BK) dari 50 undangan SMA/MA se-Kabupaten Bantul. Seminar yang digelar dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pariwisata berkelanjutan, khususnya di kalangan generasi muda.
Dalam sambutannya, Kepala Kampus UBSI kampus Yogyakarta, Vadlya Ma’arif, menyampaikan terima kasih dan selamat datang kepada para peserta seminar. Ia juga mensosialisasikan berbagai program beasiswa yang ditawarkan UBSI.
UBSI Kampus Yogyakarta Gelar Seminar Pariwisata
“Kami berharap, melalui seminar ini, para guru dapat menginspirasi siswa mereka untuk memiliki kesadaran yang lebih tinggi akan pariwisata berkelanjutan serta mengembangkan potensi pariwisata lokal,” ujar Vadlya, dalam keterangan rilis, Kamis (14/11).
Acara ini menghadirkan Dr. Ani Wijayanti sebagai narasumber utama, dengan Emmita Devi Hari Putri bertindak sebagai moderator. Dr. Ani menekankan peran guru dalam membangun kesadaran pariwisata berkelanjutan.
“Pariwisata bukan hanya soal destinasi, namun juga keberlanjutan lingkungan dan sosial budaya. Guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai ini kepada siswa,” ungkapnya.
Dr. Ani juga membahas strategi komunikasi efektif untuk mengenalkan konsep pariwisata berkelanjutan kepada pelajar, memberikan contoh konkret dampak positif pariwisata terencana.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan. Bapak Arif menanyakan penyelesaian konflik kepentingan terkait ketidakseragaman tarif fasilitas wisata yang membebani wisatawan. Dr. Ani menjelaskan perlunya koordinasi pengelola wisata dan pemerintah daerah untuk regulasi tarif yang adil.
Ibu Hartuti, Kepala MGBK SMA/MA Kabupaten Bantul, mengangkat topik potensi wisata kuliner yang menurun. Dr. Ani merespons dengan strategi promosi digital dan kolaborasi dengan komunitas lokal.
Seminar ini berjalan lancar dan penuh antusiasme, memberikan wawasan baru bagi para guru tentang peran mereka dalam mempromosikan pariwisata berkelanjutan. Dengan dukungan UBSI, diharapkan para pendidik menjadi motor penggerak dalam membentuk generasi muda yang sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan budaya.
Vadlya Ma’arif berharap seminar ini dapat memupuk kolaborasi erat antara UBSI dengan sekolah-sekolah di Kabupaten Bantul dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Baca juga: UBSI Kampus Kaliabang Siap Gelar Seminar Pariwisata, Bahas Tren Industri dan Peluang Karier
“Kami ingin terus berperan serta dalam mengedukasi generasi muda dan mendorong mereka untuk terlibat aktif dalam pelestarian pariwisata lokal,” tutupnya.
Dengan acara ini, UBSI kampus Yogyakarta membuktikan komitmennya untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata melalui edukasi dan peningkatan peran pendidik sebagai agen perubahan dalam masyarakat.