Dosen UBSI Gelar Penyuluhan Public Speaking untuk Nasabah Bank Wakaf Mikro PKP DKI Jakarta
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM). Kali ini, tim dosen UBSI menggelar penyuluhan bertema “Peningkatan Keterampilan Public Speaking” yang ditujukan kepada nasabah Bank Wakaf Mikro (BWM) PKP DKI Jakarta, pada Minggu, 20 Oktober 2024.
Kegiatan berlangsung di area Komplek Yayasan PKP Jakarta, Jl. Raya PKP, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Penyuluhan ini diikuti oleh sekitar 20 peserta dari kalangan ibu-ibu nasabah BWM yang ingin meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.
Dosen UBSI Gelar Penyuluhan Public Speaking untuk Nasabah Bank Wakaf Mikro PKP DKI Jakarta
Ketua tim Pengabdian Masyarakat, Nanang Lidwan, menjelaskan bahwa pelatihan ini diselenggarakan berdasarkan kebutuhan langsung dari para nasabah yang sering diminta menjadi pembicara atau perwakilan dalam berbagai kegiatan sosial dan komunitas.
“Kami memilih materi public speaking agar ibu-ibu nasabah BWM PKP Jakarta dapat meningkatkan keterampilan mereka berbicara di muka umum, setidaknya menguasai teknik dasar sebagai Master of Ceremony (MC),” ujar Nanang dalam keterangan rilis, Senin (21/10).
Materi disampaikan oleh Wawan Ridwan, yang menjelaskan bahwa public speaking merupakan seni yang tidak hanya mengandalkan keberanian, tetapi juga membutuhkan teknik dan latihan rutin. Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki gaya dan karakter berbeda saat menyampaikan informasi, pesan hiburan, maupun pesan persuasif.
“Latihan adalah kunci utama, karena dalam public speaking kita pasti menghadapi kendala seperti gugup, kurang penguasaan materi, atau tidak memahami teknik dasar. Semua itu bisa diatasi dengan latihan dan persiapan yang tepat,” jelas Wawan.
Sementara itu, anggota tim lainnya, Sabaruddin Siagian, menambahkan bahwa pidato merupakan salah satu bentuk komunikasi yang bersifat persuasif dan bertujuan mengajak audiens untuk bertindak. Ia menilai, kemampuan public speaking yang baik akan memberikan dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
“Penyuluhan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan,” ungkap Sabaruddin.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Slamet Maryoso dan turut melibatkan mahasiswa UBSI sebagai bagian dari proses kolaboratif. Partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui kegiatan seperti ini, UBSI terus membuktikan perannya sebagai lembaga pendidikan yang peduli terhadap pengembangan masyarakat, sekaligus mendorong sinergi antara kampus dan komunitas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.(Niken)