Workshop Pengembangan Kurikulum: Langkah Strategis UBSI Kampus Purwokerto Menghadapi Era Disrupsi Teknologi

0 12

BSINews, PurwokertoUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Purwokerto yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, turut berpartisipasi dalam Workshop Pengembangan Kurikulum Program Studi. Acara yang digelar secara hibrida (gabungan antara tatap muka di Hotel Asyana dan daring) pada Selasa (27/8) ini bertujuan merumuskan kurikulum pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman dan sejalan dengan ketentuan terbaru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Sebagai pembicara utama, Bagus Jati Santoso, Kepala Sub Direktorat Pengembangan Akademik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), membawakan materi seputar pengembangan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan implementasi Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023. Aturan baru ini menjadi acuan utama dalam penyusunan kurikulum di Indonesia.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Prodi RPL Gelar Workshop Pendampingan Pengembangan Kurikulum

Ina Maryani selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Sistem Informasi UBSI kampus Purwokerto, hadir sebagai peserta aktif dan menjelaskan bahwa workshop ini memberikan wawasan strategis untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan yang serba cepat.

“Kurikulum yang kami kembangkan harus responsif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, agar lulusan siap bersaing secara global,” ujar Ina, dalam keterangan rilis, Rabu (28/8).

Workshop Pengembangan Kurikulum

Dalam paparannya, Bagus Jati Santoso menegaskan pentingnya kurikulum berbasis KKNI yang dirancang untuk menciptakan lulusan dengan kompetensi terukur.

“KKNI memungkinkan kurikulum yang lebih adaptif, karena memberikan ruang untuk pengembangan keterampilan berdasarkan tingkat kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja saat ini,” jelasnya.

Selanjutnya, ia menyoroti perubahan cepat di dunia pendidikan dan perlunya institusi berinovasi, terutama dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dan 5.0.

“Lembaga pendidikan harus siap merespons tantangan ini dengan mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis teknologi serta memprioritaskan pengembangan soft skills,” tambah Bagus.

Baca juga: Dosen Ilmu Komunikasi UBSI: Workshop Ini Wujud Praktik Nyata Kurikulum Berbasis Industri

Sebagai tindak lanjut, para peserta, termasuk UBSI kampus Purwokerto, berkomitmen untuk segera melakukan revisi dan pembaruan kurikulum yang sejalan dengan arahan Permendikbudristek dan standar KKNI. Komitmen tersebut diperkuat oleh Ina Maryani,

“Kami akan terus berupaya melakukan pembenahan dalam penyusunan kurikulum agar sesuai dengan regulasi terbaru dan kebutuhan zaman, sehingga lulusan kami tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dalam ekosistem kerja yang dinamis,” tutup Ina.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, diharapkan para lulusan pendidikan tinggi di masa depan dapat menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks, serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Leave A Reply

Your email address will not be published.