BSI Explore 2025: Tim 23 Wujudkan Pengabdian Masyarakat dengan Kreativitas dan Semangat

0 13

BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali mengadakan program BSI Explore 2025, kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa terpilih dari berbagai kampus UBSI. Program ini bertujuan membantu menyelesaikan permasalahan desa dan mengembangkan potensi masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi.

Wujudkan Kreativitas dan Semangat

BSI Explore diikuti oleh mahasiswa yang telah lolos seleksi, kemudian dibekali pelatihan seperti micro teaching, public speaking, fotografi, dan desain grafis. Ketua pelaksana BSI Explore 2025, Ade Suryadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi bekal penting sebelum mahasiswa terjun ke lapangan.

“Pelatihan ini memberi keterampilan mengajar, berkomunikasi, dan beradaptasi di lingkungan masyarakat sehingga mereka siap menghadapi berbagai tantangan di desa,” ujarnya saat pelatihan micro teaching di UBSI Kampus Kramat, januari lalu.

Tim 23 terdiri dari lima mahasiswa dengan peran berbeda. Anita Laia, ketua tim dari Prodi Ilmu Komunikasi UBSI Kampus Cengkareng, memanfaatkan konversi mata kuliah agar fokus skripsi di semester akhir. Januari, sekretaris tim dari Prodi Informatika UBSI Kampus Cengkareng, ingin menambah relasi dan pengalaman. Sifa Fauziah, seksi publikasi dari Prodi Akuntansi UBSI Kampus Margonda, mengikuti program demi sertifikat pendukung kelulusan. Ester Sitorus, humas tim dari Prodi Akuntansi UBSI Kampus Cut Mutia, tertarik pada keuntungan program. Titen Bestari, bendahara dari Prodi Ilmu Komunikasi UBSI Kampus Cibitung, termotivasi oleh tantangan mengajar di desa.

Baca juga:Kelompok BSI Explore Desa Burikan Raih Juara 2 Video Terfavorit 2025

Selama tiga minggu, Tim 23 mengajar di SDN Pangulah Utara, membantu UMKM lokal, senam bersama PKK, mengikuti rapat desa, hingga membuat pojok baca di perpustakaan sekolah. Mereka menghadapi keterbatasan transportasi dengan penuh keikhlasan.

“Kami ingin anak-anak di desa merasakan bahwa belajar bisa menyenangkan dan penuh kreativitas,” kata Anita.

Program kerja yang dirancang sejak awal berhasil terlaksana, termasuk pelatihan kreativitas menjahit benang wol, seminar di PKBM Nurul Furqon, dan pembuatan gantungan kunci dari kawat bulu. Puncak kegiatan ditutup dengan perpisahan penuh haru bersama siswa dan warga desa, meninggalkan jejak inspiratif yang sejalan dengan visi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif.(Teguh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.