Mahmud Safudin Perkenalkan ZeroGPT, Buka Wawasan Guru tentang Keaslian Teks

0 28

BSINews, Tangerang Pada Rabu (4/6), Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus BSD, yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, menyelenggarakan hari ketiga workshop AI untuk Pendidikan di SMKS TI PGRI 11. Pada sesi pembuka, Mahmud Safudin sebagai Kepala Kampus UBSI kampus BSD memperkenalkan ZeroGPT, sebuah alat kecerdasan buatan yang digunakan untuk mendeteksi apakah suatu teks ditulis oleh manusia atau dihasilkan oleh mesin AI.

Mahmud Safudin Perkenalkan ZeroGPT, Buka Wawasan Guru 

Kegiatan ini berlangsung di aula utama SMKS TI PGRI 11 dan diikuti oleh seluruh guru serta jajaran kepala sekolah. Seperti dua hari sebelumnya, kegiatan diawali dengan sesi ice breaking yang mencairkan suasana dan meningkatkan antusiasme peserta.

Mahmud menjelaskan bahwa di era digital saat ini, penting bagi pendidik memahami cara membedakan karya orisinal siswa dengan konten generatif dari AI. “ZeroGPT hadir sebagai alat bantu guru untuk menilai keaslian tulisan siswa, terutama di tengah maraknya penggunaan ChatGPT atau tools sejenis dalam menyelesaikan tugas, jelasnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Jumat (6/6).

Baca juga : Dari ZeroGPT hingga Google VEO, Guru SMK PGRI 11 Eksplorasi AI Edukasi bersama UBSI Kampus BSD

Dalam sesi ini, para guru diajak langsung mencoba aplikasi tersebut dengan menguji teks yang biasa mereka gunakan dalam pembelajaran.

Para peserta terlihat antusias ketika menyadari bahwa teknologi ini dapat membantu mereka menilai dengan lebih objektif. Seorang guru Bahasa Indonesia menyampaikan dalam diskusi, “Ini sangat membuka wawasan kami sebagai guru. Kami jadi lebih hati-hati, dan di saat yang sama lebih adil dalam menilai karya siswa, ujarnya.

Mahmud menambahkan bahwa penggunaan AI seperti ZeroGPT bukan ditujukan untuk menghukum siswa, namun sebagai bagian dari literasi digital yang perlu diterapkan dalam pendidikan. Ia berharap teknologi tersebut dapat menjadi sarana edukatif agar siswa tetap menulis secara orisinal sekaligus mampu memanfaatkan AI secara bijak.

Setelah sesi Mahmud, materi selanjutnya dilanjutkan oleh Rega Giovano yang mengenalkan Presentations. AI, serta Sopian Wira Hadi yang memaparkan Eduaide.ai dan Google VEO untuk pembuatan media ajar digital.

Workshop AI ini merupakan kolaborasi antara UBSI kampus BSD dan SMKS TI PGRI 11 yang digelar selama tiga hari berturut-turut mulai 2 hingga 4 Juni 2025. Acara ditutup oleh Kepala Sekolah SMKS TI PGRI 11, Masfur Siddik, yang menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi awal kolaborasi lanjutan dalam pengembangan teknologi pendidikan. “Semoga ini bukan akhir, tapi awal dari kolaborasi kita dalam mencerdaskan generasi melalui teknologi, ungkapnya.

Dengan diperkenalkannya ZeroGPT, para guru kini memiliki perspektif baru dalam menjaga kejujuran akademik serta menghadapi tantangan integritas tulisan di era kecerdasan buatan. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.