Yoga Gandara Ajak Generasi Muda Kembali Menyentuh Buku di Era Digital
BSINews, Cikampek – Menjelang pelaksanaan Seminar Literasi bertema “Kembali ke Buku: Menghidupkan Literasi di Tengah Gempuran Teknologi” yang akan digelar di Kampus Digital Kreatif Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikampek pada Kamis (19/6), narasumber utama Yoga Gandara menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya literasi di era digital.
Ajak Generasi Muda Kembali Menyentuh Buku
Sebagai dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Yoga menekankan bahwa gelombang teknologi tidak seharusnya menjadi penghalang semangat membaca dan menulis. Sebaliknya, perkembangan teknologi bisa dijadikan sarana pendukung untuk membumikan literasi.
“Teknologi memang menawarkan kecepatan dan kemudahan, tetapi buku dalam bentuk fisik maupun digital tetaplah media utama dalam membentuk karakter dan memperdalam pemahaman. Literasi bukan sekadar membaca, tapi juga berpikir kritis dan reflektif,” ungkap Yoga.
Baca juga:Dosen UBSI Kampus Solo Hibahkan Buku Basis Data ke Perpustakaan UBSI Kampus Yogyakarta
Ia mengaku senang dan terhormat bisa hadir sebagai pembicara di UBSI Kampus Cikampek. Baginya, kesempatan ini menjadi momentum berharga untuk berbagi semangat literasi kepada generasi muda, terutama di tengah fenomena menurunnya minat baca.
“Bisa menjadi bagian dari acara ini adalah kehormatan tersendiri. Saya percaya bahwa mahasiswa dan siswa adalah agen perubahan. Ketika mereka melek literasi, maka mereka punya kekuatan untuk berpikir jernih, bersikap bijak, dan bertindak cerdas. UBSI telah memberi ruang untuk membangun kesadaran itu, dan saya bangga bisa turut serta,” tambah Yoga.
Ia berharap seminar ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga mampu menumbuhkan kembali kebiasaan membaca, memperluas wawasan, serta membangun koneksi antara peserta dengan literasi sebagai gaya hidup.
Dengan semangat yang dibawanya, Yoga Gandara optimis bahwa literasi dapat tetap hidup dan berkembang, meskipun tantangan zaman terus berubah. Seminar ini bukan hanya soal kembali ke buku, tetapi juga kembali ke akar peradaban yaitu pengetahuan dan kebijaksanaan.(Teguh)