ASMILA X Pasundan: Seminar Personal Branding dan Kreativitas Generasi Muda Bersama SDKF

0 15

BSINews, Sukabumi Forum OSIS Kabupaten Sukabumi (FOKSI) Regional 1 bekerja sama dengan Sukabumi Digital Kreatif Forum (SDKF) sukses menyelenggarakan ASMILA X Pasundan (Ajang Seni Islami dan Olahraga X Pasanggiri Kasundaan) pada Sabtu (14/12) di Aula Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Sukabumi Kampus B, Jl. Veteran II No. 20A, Kota Sukabumi. UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, konsisten mendukung berbagai kegiatan edukatif dan budaya.

Mengusung temaMewujudkan Generasi Berprestasi yang Sehat, Kreatif, Berakhlak Mulia, serta Melestarikan Budaya Sunda melalui Kegiatan Olahraga, Seni, Islami dan Kasundaan”, acara ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah bakat sekaligus memperkuat nilai budaya lokal.

Rangkaian utama kegiatan meliputi berbagai perlombaan, seperti Virtual Run, Sajak, MTQ, dan Solo Vocal, yang diikuti puluhan peserta dari SMA/SMK/MA sederajat di wilayah Sukabumi. Selain itu, seminar bertajuk “Personal Branding Sedari Dini: Content Creator, Influencer, KOL” turut digelar dan menarik perhatian peserta.

ASMILA X Pasundan: Seminar Personal Branding yang Inspiratif

Seminar menghadirkan Dicky Prayudi, owner Gosimply Wedding, sebagai narasumber dengan Satia Suhada, Ketua SDKF, sebagai moderator. Peserta diajak memahami langkah-langkah membangun personal branding yang kuat melalui empat tahap utama: mengenali diri sendiri, menentukan tujuan, menetapkan target, serta membangun karakter yang unik.

“Personal branding adalah kunci untuk menonjol di tengah persaingan digital yang semakin ketat. Dengan memahami karakter diri, kita bisa menjadi individu yang autentik dan berdaya saing,” ungkap Dicky, dari keterangan rilis yang diterima pada Senin (16/12).

Baca juga : Seminar Kemerdekaan Digital UBSI Kampus Tasikmalaya Bahas Peran AI, Komunitas, dan Beasiswa untuk Generasi Muda

Ia juga membahas peran Content Creator, Influencer, dan Key Opinion Leader (KOL) dalam ekosistem digital. Menurutnya, Content Creator adalah individu yang menghasilkan serta membagikan konten digital, sementara Influencer memiliki kemampuan memengaruhi audiens melalui media sosial dengan kategori berbeda, mulai dari Mega, Makro, Mikro hingga Nano Influencer.

Sedangkan KOL dipandang sebagai figur yang memiliki keahlian di bidang tertentu. Untuk menjadi KOL, seseorang perlu menguasai komunikasi, analisis, strategi kampanye brand, dan membangun koneksi luas.

Ketua SDKF, Satia Suhada, menyampaikan bahwa kolaborasi antara FOKSI Regional 1 dan SDKF bertujuan mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran budaya serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dengan rangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif, ASMILA X Pasundan membuktikan bahwa generasi muda Sukabumi mampu bersaing di tingkat nasional tanpa meninggalkan akar budaya lokal. SDKF berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan guna mendukung pengembangan bakat generasi muda di masa depan. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.