Kaputihan Mart Hadir, Mahasiswa UBSI Gerakkan UMKM Desa ke Dunia Dgital

0 47

BSINews, Tasikmalaya Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya kembali menunjukkan kontribusinya bagi masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Implementasi dan Manfaat (PKM BIMA), mereka hadir di Desa Kaputihan, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, untuk memperkenalkan aplikasi marketplace digital bernama Kaputihan Mart.

Acara yang berlangsung Selasa (26/8) di Balai Desa Kaputihan ini dihadiri perangkat desa, pelaku UMKM, serta warga setempat. Kehadiran mahasiswa UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif disambut hangat oleh Kepala Desa, Ujang Herman RN, yang sekaligus membuka kegiatan dengan sambutan.

Sebagai pemerintah desa, kami sangat mendukung inovasi ini. Harapan kami, Kaputihan Mart bisa jadi solusi bagi UMKM untuk memasarkan produk tidak hanya di desa, tapi juga lebih luas lagi. Semoga aplikasi ini benar-benar memberi manfaat bagi warga Kaputihan,” ujar Ujang.

Inovasi Mahasiswa UBSI untuk UMKM Desa

Momen paling ditunggu dalam kegiatan ini adalah sesi pengenalan aplikasi. Atyla Azfa Al Harits, salah satu mahasiswa tim, maju sebagai pembicara untuk menjelaskan cara kerja Kaputihan Mart sekaligus melakukan demo langsung di hadapan warga.

Aplikasi ini dibuat sesederhana mungkin agar mudah digunakan. Dengan Kaputihan Mart, warga bisa berjualan secara online tanpa ribet, bahkan bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” jelas Atyla.

Dalam kesempatan yang sama, dosen pembina tim, Yanti Apriyani, menegaskan bahwa digitalisasi UMKM bukan hanya soal penggunaan aplikasi, tetapi juga membuka peluang baru untuk pengembangan usaha. Sementara itu, perwakilan tim PKM BIMA, Miftah Farid Adiwisastra, menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi warga dalam memanfaatkan aplikasi.

“Kami berharap Kaputihan Mart tidak berhenti hanya sebagai program pengabdian, tetapi benar-benar dipakai oleh pelaku usaha sehingga UMKM Kaputihan bisa naik kelas,” tegas Miftah.

Baca juga:UBSI Kampus Tasikmalaya Dukung Digitalisasi dan Penguatan Keuangan BUMDes Lewat Tim PKM BIMA

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UBSI tidak hanya berkutat dengan teori di kelas, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kaputihan Mart diharapkan tidak hanya menjadi aplikasi sesaat, melainkan platform berkelanjutan yang mendorong UMKM Desa Kaputihan masuk ke ranah digital dan lebih kompetitif di pasar.

Melalui PKM BIMA, UBSI Kampus Tasikmalaya berupaya menumbuhkan semangat kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, dan masyarakat. Aplikasi Kaputihan Mart pun menjadi salah satu wujud bahwa inovasi dari tangan mahasiswa dapat memberi dampak positif. Banyak peserta terlihat mulai mencoba fitur-fitur Kaputihan Mart dan optimis bahwa platform ini bisa menjadi jalan baru bagi UMKM Desa Kaputihan menuju era digital yang lebih maju.(Teguh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.