Keberanian Memulai: Kunci Utama dalam Pengurusan Jabatan Fungsional Dosen

0 13

BSINews, Tegal — Jabatan fungsional bukan hanya pencapaian formal dalam karier dosen, tetapi sekaligus bentuk pengakuan atas kontribusi akademik yang berjenjang dan bermakna. Namun ironisnya, banyak dosen terhenti sebelum sempat benar-benar memulai. Berkas-berkas menumpuk, angka kredit tidak tercatat, dan dokumen-dokumen penting tetap dalam folder yang belum tersentuh. Dalam pengalaman saya, tantangan terbesar dalam pengurusan jabatan fungsional bukan semata pada teknisnya, tapi pada keberanian untuk memulai.

Keberanian Memulai: Kunci Utama dalam Pengurusan Jabatan Fungsional Dosen

Banyak dosen paham bahwa jabatan fungsional penting. Mereka tahu bahwa sertifikasi, tunjangan, hingga karier jangka panjang sangat bergantung pada status fungsional tersebut. Namun saat mulai menyusun portofolio, menyisir bukti fisik kegiatan, atau bahkan hanya membuka template DUPAK, banyak yang merasa kewalahan. Perasaan tidak siap, takut ditolak, atau bingung mulai dari mana menjadi hambatan psikologis yang jauh lebih berat daripada teknis pengisian formulir.

Di sinilah peran Bagian Pengembangan Dosen (Bangdos) menjadi sangat penting. Bukan hanya sebagai pengolah berkas atau pemeriksa kesesuaian unsur tridarma, tetapi sebagai pendamping yang mampu mendorong dosen keluar dari rasa ragu itu. Dalam banyak kasus, pertemuan informal dengan tim Bangdos menjadi titik awal seorang dosen memberanikan diri menata ulang karier akademiknya.

Proses kenaikan jabatan fungsional membutuhkan waktu. Mengumpulkan angka kredit bukan soal “langsung jadi”, tetapi tentang konsistensi dalam mendokumentasikan. Ketika seorang dosen mulai dengan mencatat setiap kegiatan pengajaran, menyimpan dokumen penelitian, hingga menyusun laporan pengabdian secara teratur, proses itu menjadi jauh lebih ringan di kemudian hari.

Baca Juga :5 Cara Mahasiswa Memulai Bisnis Tanpa Mengganggu Kuliah

Keberanian memulai juga berbanding lurus dengan semangat untuk berkembang. Dosen yang aktif mengurus jabfung akan lebih terdorong untuk menulis, meneliti, dan berjejaring akademik. Ini bukan hanya tentang golongan atau tunjangan, tetapi tentang mentalitas profesional yang tumbuh. (Safika Rahman)

Leave A Reply

Your email address will not be published.