UBSI Kampus Bekasi Gandeng Sekolah Mitra untuk Tingkatkan Pengetahuan AI
BSINews, Bekasi – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Bekasi terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah-sekolah mitra melalui Seminar Kemerdekaan Digital pada Rabu (20/8). Acara ini menjadi sarana strategis untuk meningkatkan pemahaman tentang Artificial Intelligence (AI) bagi siswa, guru, dan masyarakat luas.
UBSI Gandeng Sekolah Mitra untuk Tingkatkan Pengetahuan AI
Kegiatan yang digelar di Aula UBSI kampus Bekasi menghadirkan narasumber Amin Nur Rais, Robi Aziz Zuama, dan Ridan Nurfalah. Mereka membagikan wawasan terkait penerapan AI dalam pendidikan dan bisnis kreatif. Melalui kolaborasi dengan sekolah mitra, seminar ini memastikan peserta memperoleh pengalaman belajar yang menyeluruh serta relevan dengan kurikulum dan perkembangan teknologi terkini.
Host acara, Fadhila Tahara, menegaskan bahwa kemitraan dengan sekolah mitra merupakan langkah penting untuk memperluas akses literasi digital. “Dengan menggandeng sekolah mitra, kami bisa menghadirkan siswa dan guru yang siap belajar literasi digital secara langsung. Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam menghadapi era digital,” ungkapnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Jumat (22/8).
Baca juga : Seminar Kemerdekaan Digital di UBSI Kampus Kalimalang Bekali Generasi Z dengan Literasi AI
Guru dan siswa yang hadir melalui jalur undangan pun menunjukkan antusiasme tinggi. Seorang guru peserta mengungkapkan bahwa seminar ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan mereka. “Dengan pengalaman langsung, kami bisa membawa pulang ide-ide kreatif untuk diterapkan di sekolah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang tidak hanya memberikan edukasi teknologi, tetapi juga mendorong kreativitas, kemampuan problem solving, serta kepercayaan diri generasi muda. Kolaborasi dengan sekolah mitra menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis teknologi dapat dijalankan secara sinergis antara kampus dan sekolah, demi mempersiapkan siswa dan guru menghadapi tantangan era digital dengan kompetensi yang mumpuni. (Alisa)