Membangun Jiwa Wirausaha Sejak Bangku Kuliah: Strategi dan Langkah Nyata
BSINews, Tasikmalaya — Dunia kerja yang semakin kompetitif serta pesatnya perkembangan teknologi menuntut mahasiswa memiliki lebih dari sekadar ijazah. Salah satu kunci keberhasilan generasi muda di era ini adalah memiliki jiwa wirausaha yang kuat sejak masih duduk di bangku kuliah.
Membangun Jiwa Wirausaha Sejak Bangku Kuliah: Strategi dan Langkah Nyata
Membangun mental dan keterampilan kewirausahaan tentu tidak bisa dilakukan secara instan. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif melalui unit BSI Entrepreneur Center (BEC), menghadirkan berbagai strategi dan program nyata untuk mendorong tumbuhnya wirausahawan muda di lingkungan kampus.
Ir. Dini Silvi Purnia selaku Koordinator BEC UBSI Kampus Tasikmalaya, menegaskan bahwa kampus memiliki peran penting dalam membangun mindset mahasiswa agar tidak hanya fokus mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan peluang usaha.
“Mahasiswa harus disiapkan dengan pola pikir entrepreneur sejak dini. Tidak cukup hanya dengan teori, mereka perlu didampingi melalui pelatihan, praktik langsung, hingga diberi ruang untuk gagal dan belajar dari pengalaman,” ujarnya dalam keterangan rilis (25/6).
BEC UBSI secara rutin menyelenggarakan pelatihan digital marketing, pengelolaan keuangan usaha, business model canvas, hingga program inkubasi bisnis. Kampus juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memasarkan produk mereka melalui berbagai event kewirausahaan seperti bazar dan expo.
“Kami mendorong mahasiswa agar mampu mengenali potensi diri dan peluang di sekitarnya. Bahkan, banyak dari mereka yang sudah mulai merintis bisnis sejak semester awal,” tambah Dini.
Baca Juga:UBSI Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha Muda Lewat Tips Praktis Kewirausahaan
Dengan pendekatan praktis dan terarah, Universitas BSI Kampus Kota Tasikmalaya berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berani mengambil risiko, inovatif, dan siap menjadi entrepreneur masa depan. (Safika Rahman)