UBSI Kampus Tasikmalaya Ajak Mahasiswa Atasi Oversharing di Media Sosial

0 20

BSINews — Perilaku oversharing atau membagikan informasi pribadi secara berlebihan di media sosial kini menjadi perhatian serius kalangan pendidik, termasuk di lingkungan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya. Dosen tetap, Bambang Kelana Simpony, menyampaikan bahwa fenomena ini tidak hanya berdampak pada reputasi, tetapi juga berisiko terhadap keamanan digital mahasiswa.

Ajak Mahasiswa Atasi Oversharing di Media Sosial

“Oversharing sering kali dianggap hal sepele. Padahal, membagikan lokasi, aktivitas harian, bahkan dokumen pribadi seperti kartu mahasiswa atau bukti pembayaran, bisa menjadi celah bagi pelaku kejahatan siber,” jelas Bambang.

Menurutnya, mahasiswa sebagai bagian dari generasi digital perlu memahami bahwa jejak digital tidak mudah dihapus. Banyak kasus terjadi ketika postingan lama atau unggahan spontan di media sosial menjadi masalah di kemudian hari, termasuk saat melamar pekerjaan.

“Di UBSI kampus Tasikmalaya, kami tidak hanya fokus pada keterampilan teknis digital, tetapi juga pembentukan karakter digital. Mahasiswa dibimbing untuk menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, dan aman,” lanjutnya.

Bambang menambahkan bahwa edukasi tentang etika digital dan keamanan informasi menjadi bagian program pembelajaran dan kegiatan non-akademik. Mahasiswa dilatih untuk memahami mana informasi yang aman dibagikan ke publik, serta bagaimana mengatur privasi akun mereka.

Baca juga: Mahasiswa Bisa Publikasi Jurnal? Dosen UBSI: Justru Harus!

Langkah ini sejalan dengan komitmen UBSI kampus Tasikmalaya sebagai kampus teknologi yang tidak hanya terjangkau secara biaya, tetapi juga proaktif dalam menghadapi tantangan era digital. “Kami ingin mahasiswa kami unggul secara kompetensi dan tetap aman dalam ruang digital,” pungkas Bambang.

Oleh: Bambang Kelana Simpony, Dosen UBSI Kampus Tasikmalaya

Leave A Reply

Your email address will not be published.