UBSI Kampus Yogyakarta dan Kalurahan Sendangsari Gelar Pelatihan Busana Adat Jawa untuk Generasi Muda

0 38

BSINews, Yogyakarta — Pelestarian budaya lokal menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga identitas bangsa di tengah perkembangan zaman. Sebagai bentuk kontribusi, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Yogyakarta  menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul. Kesepakatan ini diformalkan dalam rapat resmi yang digelar di Kantor Kalurahan Sendangsari pada Rabu (3/9).

Rapat koordinasi tersebut menghadirkan tiga perwakilan utama, yakni Durori selaku Lurah Sendangsari, R. Jati Nurcahyo dari UBSI, serta Atun Yulianto yang bertindak sebagai Koordinator Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBSI kampus Yogyakarta.

Pelatihan Busana Adat Jawa untuk Generasi Muda

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak menyepakati pelaksanaan kegiatan bertema “Reaktualisasi Busana Jawa Gaya Yogyakarta bagi Generasi Muda Sendangsari Bantul untuk Menopang Kepariwisataan di Yogyakarta.” Kegiatan akan diwujudkan dalam bentuk pelatihan busana adat Jawa khas Yogyakarta, yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 3 Oktober 2025, di Pendopo Kalurahan Sendangsari mulai pukul 19.00 WIB.

Pelatihan ini ditujukan khusus bagi pemuda Karang Taruna Kalurahan Sendangsari. Sebanyak 36 peserta, terdiri dari perwakilan tiap dusun—satu pemuda dan satu pemudi—akan mengikuti kegiatan. Mereka akan dibekali pemahaman mengenai filosofi, etika, serta tata cara mengenakan busana adat Yogyakarta secara lengkap dan benar.

Peserta juga akan mendapatkan pendampingan langsung dari tim pengabdi UBSI yang memiliki keahlian di bidang seni, budaya, dan manajemen pariwisata. Di akhir kegiatan, panitia akan menetapkan sepasang peserta terbaik sebagai Duta Budaya Kalurahan Sendangsari. Keduanya akan menjadi representasi lokal dalam kegiatan seremonial serta berpotensi mengikuti seleksi Dimas-Diajeng Kabupaten Bantul maupun event pariwisata di Yogyakarta.

Koordinator LPPM UBSI kampus Yogyakarta, Atun Yulianto, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas pelatihan, melainkan bagian dari strategi memperkuat potensi budaya lokal.

“Kami ingin mendorong anak-anak muda untuk kembali mencintai warisan leluhur, salah satunya melalui pemahaman dan penghayatan terhadap busana adat sebagai bagian dari identitas budaya,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/9).

Baca juga: Merajut Kreativitas dan Warisan Budaya: UBSI Kampus Yogyakarta Gelar Seminar Kemerdekaan Digital

Sementara itu, Lurah Sendangsari, Durori, memberikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. Ia menilai kerja sama dengan perguruan tinggi seperti UBSI merupakan langkah penting dalam memberdayakan generasi muda sekaligus mengangkat citra budaya Kalurahan Sendangsari di mata publik.

“Kerja sama ini akan menjadi ruang bagi pemuda untuk lebih percaya diri dalam melestarikan budaya sekaligus mempromosikannya di ranah yang lebih luas,” jelasnya.

Melalui program pengabdian masyarakat ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menegaskan komitmennya yang tidak hanya fokus pada pendidikan di ruang kelas, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dampak nyata.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.