UBSI Kampus Cibitung Gaungkan Kemerdekaan Digital: Tiga Pakar Ungkap Peran AI dalam Transformasi Pendidikan
BSINews, Bekasi – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cibitung, yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, sukses menyelenggarakan Seminar Kemerdekaan Digital bertema “Artificial Intelligence for Education and Business: Transformasi Pendidikan di Era Digital” pada Selasa (26/8). Kegiatan ini menghadirkan ratusan peserta dari kalangan guru, siswa, mahasiswa, hingga praktisi pendidikan, untuk membahas secara mendalam peran kecerdasan buatan (AI) dalam mengubah wajah pendidikan di era digital.
UBSI Hadirkan Tiga Narasumber Perspektif AI
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yang memberikan perspektif berbeda sesuai bidang keahlian masing-masing. Dengan demikian, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga wawasan praktis yang dapat diadaptasi langsung ke dalam dunia pendidikan maupun industri.
Kukuh Panggalih, Chief Creative Officer Digital Creative Center, menekankan pentingnya AI dalam menghadirkan konten edukatif interaktif. Ia menilai generasi muda lebih mudah memahami materi yang disajikan melalui pendekatan visual, simulasi, atau gamifikasi berbasis AI.
“Pendidikan harus relevan dengan gaya belajar digital native. AI membuka peluang besar untuk menyajikan materi dalam bentuk interaktif, sehingga siswa bukan hanya mendengar, tetapi juga mengalami proses belajar,” jelasnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Kamis (28/8).
Sementara itu, Mohammad Syamsul Azis dari Partner Digital Creative Community (DICO) menyoroti keterkaitan erat antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, AI bukan hanya alat bantu belajar, melainkan kompetensi masa depan yang menjadi nilai tambah bagi siapa pun di pasar kerja.
“Transformasi pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan dunia kerja. AI harus diarahkan untuk menyiapkan generasi yang adaptif dan siap menghadapi tantangan industri 5.0,” ujarnya.
Dari perspektif media, Muhammad Rifqi Firdaus, Pemimpin Redaksi MileniaNews, memaparkan peran AI dalam jurnalisme data. Ia menekankan bahwa AI membantu penyaringan informasi dan meningkatkan akurasi berita, sehingga sangat relevan dengan konteks pendidikan.
Baca juga : Seminar Motivasi UBSI 2025 di BSI Convention Center: Menyalakan Semangat Mahasiswa Baru
“Di era banjir informasi, AI hadir sebagai filter sekaligus pendorong akurasi. Siswa dapat belajar dari sumber terpercaya yang sudah melalui kurasi berbasis teknologi,” ungkapnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, UBSI kampus Cibitung menegaskan bahwa kecerdasan buatan bukan sekadar tren teknologi, tetapi kunci dalam mewujudkan kemerdekaan digital di bidang pendidikan. Langkah konkret berupa pelatihan berskala nasional, penyediaan wawasan praktis, serta pembukaan akses beasiswa menjadi bukti nyata peran UBSI sebagai motor penggerak transformasi pendidikan di Indonesia. (Alisa)