ORMIK UBSI sebagai Ritual Wajib Maba! Dari Deg-degan Hingga Jadi Gerbang Kreativitas

0 39

BSINews, Bekasi – Bayangkan suasana pagi di bulan September. Matahari Bekasi sudah mulai panas, bukan main-main, yang kalau jalan lima menit aja bisa bikin kulit auto dua tingkat lebih gelap. Di tengah udara itu, ribuan wajah baru bakal berkumpul di Aula Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Bekasi. Wajah-wajah yang masih penuh deg-degan, antara penasaran sama takut, tapi juga diselimuti euforia.

ORMIK (Orientasi Akademik) resmi digelar pada Rabu dan Kamis, 17–18 September 2025. Bagi yang baru pertama kali masuk dunia kuliah, acara ini ibarat gerbang besar menuju kehidupan baru, lengkap dengan segala drama, peluang, dan absurdnya. Ada yang sibuk cari teman sejurusan biar bisa nebeng fotokopian, ada yang langsung pasang senyum lebar karena udah ancang-ancang cari jodoh. Semua campur jadi satu.

Baca juga: Sambut Mahasiswa Baru, UBSI Kampus Tegal Gelar Ormik 2025 dalam Rangkaian PKKMB

ORMIK tahun ini mengusung tema “Gerbang Kreativitas”. Bukan sekadar jargon, tapi memang ingin jadi semacam kompas bagi mahasiswa baru, bahwa kuliah itu bukan cuma soal hadir di kelas, ngumpulin tugas, lalu lulus empat tahun kemudian. Ada dunia lebih luas di dalam kampus, organisasi mahasiswa, ruang diskusi, bahkan peluang-peluang kreatif yang sering nggak ketahuan kalau kita cuma bolak-balik kosan-kampus doang.

Ketua Kampus UBSI kampus Bekasi, Ahmad Fauzi menyambut mahasiswa baru dengan pesan yang cukup menohok, “kami ingin ORMIK ini jadi awal yang inspiratif. Dengan konsep kreatif dan interaktif, kami berharap mahasiswa baru bisa lebih cepat beradaptasi dan termotivasi untuk aktif, baik di akademik maupun non-akademik.”

Kalimat yang kalau dipikir-pikir sebenarnya kode halus, jangan jadi mahasiswa kupu-kupu, kuliah pulang kuliah pulang. Yang bikin menarik, ORMIK bukan sekadar duduk diam mendengarkan sambutan pejabat kampus. Ada pengenalan sistem akademik biar nggak kaget pas tiba-tiba portal KRS error. Ada pemaparan fasilitas kampus, dari perpustakaan digital sampai akses Wi-Fi. Ada juga sesi kenalan dengan organisasi mahasiswa, semacam “etalase” yang bikin kita sadar: dunia kampus bukan cuma soal IPK.

UBSI kampus Bekasi sendiri memang lagi pede-pedenya. Dengan predikat Akreditasi Unggul dan branding sebagai Kampus Digital Kreatif, mereka ingin menunjukkan bahwa kuliah di sini bukan cuma soal teori di kelas, tapi juga soal latihan soft skill, kreativitas, sampai inovasi.

ORMIK akhirnya jadi lebih dari sekadar orientasi, ia adalah pintu pertama untuk mengenal ritme baru kehidupan. Dari yang awalnya bingung isi absensi online, sampai nanti bisa bikin event kampus. Dari yang awalnya cuma kenalan buat fotokopi bareng, sampai bisa nemu partner bisnis startup kecil-kecilan.

Dan jangan lupa, di balik semua keseruan itu, selalu ada absurd kecil yang bikin ORMIK punya kenangan sendiri. Dari mahasiswa yang salah pakai dress code, sampai panitia yang dengan suara lantang teriak “yuk semangat!” padahal dia sendiri udah ngos-ngosan.

Baca juga: Siap-siap, Mahasiswa Baru! Ormik 2025 di UBSI Kampus Margonda Bakal Bikin Hari Pertama Penuh Energi

Tapi justru dari hal-hal kayak gitu kita belajar bahwa dunia kampus memang nggak sempurna, tapi selalu penuh cerita. Pada akhirnya, ORMIK bukan soal dua hari penuh rundown kegiatan. Ia adalah simbol. Bahwa setiap mahasiswa baru punya kesempatan yang sama menapaki gerbang kreativitas, lalu menentukan sendiri jalan mana yang akan mereka pilih.

Dan kalau dipikir-pikir, lucu juga ya, dulu kita masuk kampus bawaannya takut senior. Sekarang, setelah lulus, yang bikin takut justru adalah notifikasi “tagihan cicilan belum dibayar”.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.