BSINews, Solo — Menghadapi era digital yang terus berkembang, mahasiswa baru perlu dibekali pemahaman tentang peran mereka sebagai generasi yang adaptif dan kreatif. Hal inilah yang diangkat dalam kegiatan yang digelar Digital Creative Community (DICO) di Aula Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo, Minggu (21/9).
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menghadirkan sesi bertajuk “Ngehype Bareng Mahasiswa Baru” yang diikuti ratusan mahasiswa angkatan 2025. Acara berlangsung hangat, penuh antusiasme, sekaligus menjadi ruang dialog interaktif seputar tren teknologi dan peluang kreatif di dunia digital.
Mengenalkan Peran Early Adopters
Head of DICO, Galih Setiawan Nurohim, membagikan pandangan mengenai pentingnya peran generasi muda sebagai early adopters di era digital.
“Mahasiswa perlu melihat dunia digital bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pencipta. Dunia digital adalah ruang untuk berkarya, membangun komunitas, bahkan membuka peluang bisnis,” kata Galih di hadapan para peserta, dalam rilis yang diterima, Senin (22/9).
Galih menambahkan, menjadi early adopter berarti berani mencoba, memanfaatkan, dan mengembangkan teknologi lebih cepat dibandingkan arus utama masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sikap adaptif dan kolaboratif.
“Teknologi bukan sekadar alat, tetapi medium untuk menghubungkan ide, inovasi, dan nilai-nilai baru. Dengan keterlibatan mahasiswa sejak dini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu memimpin perubahan di masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Deklarasi Kelurahan Peduli TBC, UBSI Kampus Solo Tunjukkan Kepedulian Kesehatan
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UBSI kampus Solo. Kehadiran DICO memberi inspirasi agar mahasiswa tidak hanya mengonsumsi teknologi, tetapi menjadikannya sarana kreativitas dan inovasi.(Tiara Sari)