Yayasan BSI Group Tekankan Kedisiplinan dan Keseimbangan Akademik bagi Penerima Beasiswa Jalur Undangan
BSINews, Tasikmalaya — Dalam rangkaian perhelatan Indonesia Cerdas Fest, Yayasan BSI Group menekankan pentingnya kedisiplinan dan keseimbangan akademik bagi para penerima Beasiswa Jalur Undangan (BJU). Penekanan ini disampaikan melalui kegiatan pembekalan yang digelar pada Selasa, 7 Oktober 2025, sebagai bentuk persiapan mahasiswa untuk meraih kesuksesan studi di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif.
Kegiatan pembekalan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Muhamad Abdul Ghani, koordinator beasiswa jalur undangan dan school relation-markom BSI Group; Deddy Supriadi, kaprodi Sistem Informasi UBSI kampus Tasikmalaya; serta Miftah Farid Adiwisastra, koordinator kemahasiswaan UBSI kampus Tasikmalaya. Para narasumber memberikan arahan dan motivasi kepada mahasiswa penerima beasiswa agar mampu menjaga prestasi dan integritas selama masa studi.
Dalam sesi pembekalan, Muhamad Abdul Ghani menegaskan bahwa seluruh penerima beasiswa wajib menjaga nilai akademik minimal 3,00 serta mematuhi seluruh peraturan kampus.
Baca juga : Youth Inspiration: Semangat Penerima Beasiswa BSI Group Warnai Indonesia Cerdas Fest 2025
“Nilai akademik tidak boleh kurang dari 3,00. Mahasiswa juga harus mematuhi dan memperhatikan hal-hal serta peraturan yang sudah ditetapkan di kampus,” tegasnya. Ia menambahkan, kedisiplinan tidak hanya diukur dari kehadiran dan nilai, tetapi juga dari tanggung jawab akademik yang ditunjukkan secara konsisten.
Deddy mengusung prinsip “Berprestasi Bersama, Tumbuh Bersama” dalam pembekalannya. Ia menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga hasil sinergi antara mahasiswa, dosen, dan bagian kemahasiswaan.
“Prinsip berprestasi bersama, tumbuh bersama menjadi landasan dalam mendampingi mahasiswa penerima beasiswa. Kami ingin memastikan mereka tidak hanya unggul di bidang akademik saja, tetapi juga tumbuh secara pribadi dan sosial,” ujarnya.
Koordinator kemahasiswaan UBSI kampus Tasikmalaya, Miftah Farid Adiwisastra, menyoroti peran penting kemahasiswaan dalam mendampingi mahasiswa penerima beasiswa agar tidak mengalami kesulitan selama perkuliahan.
Indonesia Cerdas Fest, Yayasan BSI Group Genjot Kualitas Mahasiswa Melalui Pembekalan Beasiswa di UBSI
“Kami ingin memastikan para penerima beasiswa tidak berjalan sendiri. Setiap dua bulan sekali kami adakan pertemuan rutin untuk mendengarkan kendala dan memberi solusi agar mereka tetap semangat berkuliah,” ungkapnya.
Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa menanyakan berbagai hal terkait keseimbangan antara kegiatan akademik dan non-akademik. Menanggapi pertanyaan tentang mahasiswa yang terlalu aktif berorganisasi hingga mengabaikan perkuliahan, Deddy menegaskan pentingnya menyeimbangkan aktivitas organisasi dan kewajiban akademik.
“Tidak apa-apa aktif di organisasi, tapi jangan sampai meninggalkan perkuliahan. Akademik harus tetap menjadi prioritas utama. Ada pemantauan rutin, jadi sebisa mungkin harus seimbang antara akademik dan non-akademik,” jelasnya.
Terkait penilaian keaktifan mahasiswa semester lima ke atas yang sedang menjalani magang, Muhamad Abdul Ghani menyampaikan bahwa selama mahasiswa tetap aktif membawa nama baik almamater, kontribusinya tetap dihargai.
“Tidak masalah jika sudah magang, yang penting tetap aktif dan membawa nama baik almamater, baik di dalam ataupun di luar kampus. Kegiatan tersebut juga bisa menjadi sarana untuk meningkatkan skill dan jangan lupa dokumentasi sebagai bukti,” terangnya.
Miftah menambahkan bahwa magang juga merupakan bentuk kontribusi mahasiswa terhadap kampus. “Semester lima biasanya sudah magang, itu juga bagian dari kewajiban kita. Kontribusi tidak hanya di dalam kampus, tetapi juga bagaimana kita membawa nama baik almamater di luar kampus,” ujarnya.
Baca juga : Mahasiswa Beasiswa Jalur Undangan Siap ‘Manggung’ di Indonesia Cerdas Fest 2025
Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan peningkatan beasiswa, Muhamad Abdul Ghani menjelaskan bahwa mahasiswa yang menunjukkan kontribusi lebih dan terpantau aktif oleh kampus memiliki peluang untuk mendapatkan upgrade beasiswa.
“Ketika ada mahasiswa yang kontribusinya lebih dibandingkan yang lain dan terpantau oleh kampus, maka kemungkinan besar beasiswanya bisa di-upgrade,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa yang mengajukan cuti tanpa pelaporan resmi berpotensi kehilangan hak beasiswanya.
Menutup sesi diskusi, Deddy mengingatkan bahwa setiap bukti kegiatan mahasiswa dapat dijadikan portofolio sebagai nilai tambah. Melalui kegiatan pembekalan ini, Yayasan BSI Group berharap seluruh penerima beasiswa jalur undangan dapat menjadi pribadi yang disiplin, berprestasi, aktif berkontribusi, serta mampu menjaga keseimbangan antara akademik dan organisasi, sehingga siap berperan dalam Indonesia Cerdas Fest dan masa studi selanjutnya.