Ketika Warga Mampang Belajar Promosi dengan Filmora
BSINews, Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk Jakarta Selatan yang tak pernah benar-benar tidur, sekelompok dosen dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) memilih menghabiskan Minggu paginya (26/10) bukan untuk rebahan, tapi untuk berbagi ilmu dengan warga RT 007 Mampang,
Judulnya keren, pelatihan kewirausahaan dan penerapan teknologi untuk meningkatkan pemberdayaan karyawan swasta dan pelaku UMKM. Tapi di balik judul yang panjang itu, intinya sederhana, yaitu bantu warga agar melek digital dan makin percaya diri berwirausaha.
Baca juga: Dosen UBSI Latih PKK Tanjung Priok Bikin Konten Promosi Kreatif di Media Sosial
Kegiatan yang digelar pada Minggu, 26 Oktober 2025 ini dihadiri warga dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda, pemudi, sampai para anggota Dasa Wisma (Dawis). Semua punya semangat yang sama, yakni ingin tahu gimana caranya teknologi bisa bikin usaha kecil mereka nggak kalah keren dari brand besar di Instagram.
Acara dibuka oleh Ketua RT 007, Hamdi, yang dengan semangat menegaskan pentingnya kolaborasi antara kampus dan masyarakat. “Kalau perguruan tinggi turun langsung ke warga seperti ini, hasilnya bukan cuma ilmu, tapi juga semangat baru,” ujarnya dalam sambutan hangat yang disambut tepuk tangan peserta.
Pelatihan ini dipimpin oleh Ir. Irmawati Carolina dengan didampingi Desiana Nur Kholifah dan Arief Rusman serta beberapa mahasiswa UBSI yang turut membantu di lapangan. Tim ini membawakan materi dua arah, pertama, tentang strategi kewirausahaan dan promosi digital; kedua, tentang keterampilan komputer dasar seperti Microsoft Office dan editing video menggunakan Filmora.
Peserta diajak langsung praktik, membuat laporan keuangan sederhana di Excel, mendesain presentasi bisnis di PowerPoint, hingga mengedit video promosi produk mereka sendiri. Tawa sering pecah di ruangan, terutama saat hasil video pertama kali diputar. Ada yang tampil seperti iklan kopi kekinian, ada juga yang lebih mirip vlog kuliner, tapi semuanya menggambarkan satu hal, yaitu semangat belajar yang luar biasa.
“Kami ingin warga merasa percaya diri untuk berwirausaha dan memanfaatkan teknologi sebagai alat peningkat produktivitas, bukan hal yang menakutkan,” ujar Irmawati, sang ketua pelaksana, dengan nada yang penuh optimisme.
Kegiatan ini bukan cuma tentang teknologi, tapi tentang keberanian untuk berubah. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif lewat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini membuktikan bahwa literasi digital bukan hanya milik anak muda yang nongkrong di coworking space, tapi juga hak setiap warga yang ingin maju bersama.
Dari Mampang, semangat itu tumbuh sederhana, tapi pasti. Karena di era digital, siapa pun bisa berdaya, asal mau belajar dan percaya bahwa perubahan bisa dimulai dari klik pertama.(ACH)