Dari Beasiswa ke Marcomm, Cerita Deni Gunawan yang Pulang Membagi Jalan
BSINews, Karawang – Ada momen yang terasa hangat setiap kali seorang alumni kembali ke kampus. Bukan cuma karena nostalgia bangku kuliah, tapi karena ada pesan hidup yang ia bawa pulang. Seperti yang terjadi di acara Indonesia Cerdas Fest 2025, Kamis (30/10), ketika Deni Gunawan, alumni penerima beasiswa berprestasi sekaligus Koordinator Marketing Communication (Marcomm) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), berdiri di depan mahasiswa UBSI kampus Cikampek dan mulai bercerita.
Deni bukan datang dengan gaya motivator bersetelan jas, melainkan sebagai seseorang yang pernah duduk di kursi yang sama, menghadapi tugas, skripsi, dan kebingungan tentang masa depan. Ia bercerita bahwa beasiswa baginya bukan cuma soal bantuan finansial, tapi amanah tanggung jawab untuk tumbuh dan memberi dampak.
Baca juga: Kuliah Sambil Berkarya? Yuk Gabung Beasiswa Konten Kreator UBSI Kampus Tangerang!
“Teman-teman boleh capek kuliah, tapi jangan nyerah. Percaya deh, proses yang berat hari ini akan jadi cerita berharga di masa depan. Jadi, kuliah itu harus dibawa enjoy,” ujar Deni sambil tersenyum, disambut tawa ringan mahasiswa yang mungkin sedang kelelahan menghadapi deadline tugas.
Deni mengingatkan bahwa nilai tinggi memang penting, tapi bukan satu-satunya tiket menuju sukses. Dunia kerja, katanya, lebih sering mencari mereka yang berani mencoba, mau gagal, dan siap belajar lagi. Ia mendorong mahasiswa penerima beasiswa untuk keluar dari zona nyaman akademik: ikut organisasi, ambil proyek kolaboratif, atau magang di dunia nyata.
“Kampus itu laboratorium kehidupan. Di sinilah tempatnya buat bereksperimen, ngulik hal baru, dan belajar tentang diri sendiri. Jangan tunggu siap, karena kesempatan nggak nunggu orang yang ragu,” kata Deni.
Bagi Deni, keputusan-keputusan kecil semasa kuliah entah itu berani memimpin acara, menerima tugas tambahan, atau membangun jaringan dengan dosen dan teman, justru sering jadi titik balik karir. Semua kebiasaan itu melatih tanggung jawab, melatih komunikasi, dan memperkuat reputasi profesional.
Ia juga menyinggung pentingnya visi jangka panjang dan mental tangguh di era yang berubah cepat. “Kadang kegagalan itu bukan akhir, tapi kaca pembesar buat ngeliat bagian mana dari diri kita yang perlu diperbaiki,” tambahnya.
Lewat kehadirannya di Indonesia Cerdas Fest 2025, Deni Gunawan bukan hanya berbagi tips karier, tapi juga menanamkan pesan sederhana: kuliah bukan sekadar masa belajar, melainkan masa membangun fondasi kehidupan. Sebab kelulusan bukanlah akhir, melainkan bab pertama dari perjalanan panjang menuju versi terbaik diri sendiri.(ACH)