Bangkitkan Jiwa Wirausaha Mahasiswa, Saatnya Jadi Pencipta Lapangan Kerja!
BSINews — Di era yang terus berkembang pesat ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kemampuan beradaptasi dan berinovasi di dunia kerja. Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) kampus Tasikmalaya melalui BSI Entrepreneur Center (BEC) mendorong mahasiswa untuk menumbuhkan semangat dan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Saatnya Jadi Pencipta Lapangan Kerja!
Mengusung tema “Bangkitkan Jiwa Wirausaha Mahasiswa, Saatnya Jadi Pencipta Lapangan Kerja!”, kegiatan ini bertujuan menanamkan mindset entrepreneur di kalangan mahasiswa agar mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan lapangan kerja baru.
Menurut Ir. Dini Silvi Purnia, selaku Koordinator BSI Entrepreneur Center (BEC) Universitas BSI kampus Tasikmalaya, penguatan karakter wirausaha sangat penting dilakukan di lingkungan kampus.
“Mahasiswa harus dibekali mental pantang menyerah, kreatif, dan berani mengambil risiko. Dunia usaha bukan hanya soal modal, tetapi tentang ide, inovasi, dan kemauan untuk belajar dari kegagalan,” ujar Dini.
Dini menambahkan bahwa BSI Entrepreneur Center secara konsisten menjadi wadah pengembangan kewirausahaan mahasiswa, baik melalui seminar, workshop, maupun pendampingan usaha.
“Kami ingin menumbuhkan ekosistem kampus yang mendukung mahasiswa untuk berani memulai usaha. Banyak peluang bisa digali dari hobi dan ide kreatif mahasiswa,” tambahnya.
Baca juga: Dari Ide Jadi Cuan: Bangun Mental Wirausaha di Kalangan Mahasiswa
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Universitas BSI kampus Tasikmalaya memiliki wawasan dan motivasi untuk memulai langkah kecil dalam dunia bisnis. Dengan bimbingan dan dukungan dari BEC, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan inovasi dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Semangat kewirausahaan yang ditanamkan sejak di bangku kuliah diharapkan menjadi modal utama dalam menghadapi dunia pasca kampus. Menjadi job creator bukan hanya pilihan, tetapi juga kebutuhan untuk membangun kemandirian ekonomi generasi muda Indonesia.