UBSI Kembangkan Inovasi Deteksi Sampah Otomatis Berbasis Deep Learning melalui Penelitian Hibah Internal Yayasan 2025

0 15

BSINews, Jakarta-Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menegaskan kiprahnya sebagai Kampus Digital Kreatif yang konsisten menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan riset aplikatif. Melalui Program Hibah Internal Yayasan tahun 2025, UBSI mendukung penuh pengembangan riset bertajuk “Optimalisasi Arsitektur Deep Learning untuk Klasifikasi Sampah dalam Mendukung Pengelolaan Limbah Berkelanjutan.”

Baca juga: UBSI Tetapkan Penerima Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025

Penelitian ini digawangi oleh tim dosen Sarifah Agustiani, Haryani, dan Agus Junaidi, dengan melibatkan dua mahasiswa berbakat, Rizky Rachma Putri dan Muhammad Ghaly Adam Z.
Melalui riset ini, tim berupaya menciptakan sistem klasifikasi sampah otomatis berbasis Deep Learning yang mampu memproses, mengenali, dan memilah jenis sampah secara cepat, efisien, dan akurat.

Menggunakan kombinasi model arsitektur EfficientNet, MobileNetV2, dan ResNet50, penelitian ini menitikberatkan pada pengujian performa model terbaik untuk diimplementasikan dalam sistem berbasis web yang dinamai ReWaste.

Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengunggah gambar sampah dan mendapatkan hasil klasifikasi beserta rekomendasi pengelolaan yang tepat. Setiap hasil juga tersimpan dalam riwayat prediksi, menjadikan ReWaste tak sekadar alat, tapi juga media edukatif bagi masyarakat.

Ketua LPPM UBSI, Agus Junaidi, menyampaikan bahwa penelitian ini merupakan wujud nyata kontribusi UBSI terhadap isu lingkungan global.

“Riset ini sangat relevan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan teknologi Deep Learning untuk mendukung pengelolaan limbah adalah langkah konkret UBSI dalam menghadirkan teknologi cerdas yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Ketua tim peneliti, Sarifah Agustiani, menambahkan bahwa inovasi ini diharapkan menjadi solusi digital yang mudah diakses dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Kami ingin menghadirkan sistem yang bukan hanya efisien, tetapi juga edukatif. Melalui ReWaste, masyarakat dapat belajar memilah sampah berdasarkan jenisnya dan memahami pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab,” tuturnya.

Sementara itu, Haryani, anggota tim peneliti, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam riset ini merupakan bagian penting dari misi akademik UBSI.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi ikut berkontribusi dalam proyek riset berbasis AI yang berdampak sosial dan lingkungan. Inilah esensi Kampus Digital Kreatif,” jelasnya.

Baca juga: Dosen UBSI Kampus Tegal Raih Hibah Internal Penelitian dan Pengabdian Tahun 2025

Melalui dukungan Hibah Internal Yayasan, UBSI berharap penelitian-penelitian inovatif seperti ini terus tumbuh, tidak hanya memperkuat ekosistem riset kampus, tetapi juga mendorong transformasi digital dan inovasi hijau di Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.