UBSI Dorong Dosen FTI Siap Hadapi Era AI dan Kurikulum OBE
BSINews, Jakarta — Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Pertemuan Dosen Semester Ganjil Tahun Akademik 2025–2026, pada Jumat (7/11) di UBSI kampus Slipi. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat konsolidasi akademik sekaligus meningkatkan kompetensi dosen dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE).
UBSI Dorong Dosen FTI Siap Hadapi Era AI dan Kurikulum OBE
Pertemuan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UBSI. Selanjutnya, penyampaian materi pertama disampaikan oleh Dekan FTI UBSI, Rachmat Adi Purnama. Dalam pemaparannya, Rachmat menegaskan bahwa FTI berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan dinamika industri dan kemajuan teknologi informasi.
“Fakultas Teknik dan Informatika bertekad menjadi fakultas unggul dalam pengembangan dan penerapan iptek untuk mewujudkan kreativitas berwirausaha pada tahun 2033. Untuk itu, dosen harus selalu siap dengan inovasi dan pembaruan kurikulum berbasis OBE,” ujarnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Sabtu (8/11).
Rachmat juga menjelaskan perkembangan dan kondisi terkini fakultas yang membawahi 36 program studi mulai dari jenjang D3 hingga S1. Ia menekankan pentingnya tata kelola fakultas yang efektif, peningkatan kualitas penelitian, serta penguatan kolaborasi dengan dunia industri dan masyarakat. Ia menambahkan bahwa implementasi OBE merupakan transformasi menyeluruh dalam cara mengajar, menilai, serta menyiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi abad 21.
Sesi materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Sumanto yang membahas topik Transformasi Pembelajaran Kreatif dengan Artificial Intelligence untuk Mengoptimalkan Proses Pembelajaran. Dalam sesinya, Sumanto menguraikan bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi pembelajaran, menghadirkan proses belajar yang lebih personal, serta membantu pengambilan keputusan akademik.
“AI bukan menggantikan peran dosen, tetapi menjadi asisten pintar yang membantu dosen lebih fokus pada pengembangan kreativitas dan interaksi dengan mahasiswa,” jelasnya.
Baca juga : Dosen UBSI Siap Hadapi Sertifikasi Kompetensi, Profesionalisme Jadi Prioritas
Dr. Sumanto turut memaparkan contoh pemanfaatan berbagai teknologi AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Dall-E yang kini semakin umum digunakan dalam pendidikan. Teknologi tersebut dapat mendukung pembuatan materi pembelajaran interaktif, analisis riset, hingga pengembangan aplikasi berbasis machine learning. Ia menegaskan bahwa integrasi penelitian dalam pembelajaran penting untuk menciptakan lingkungan akademik yang inovatif.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, dokumentasi, dan penutupan acara. Pertemuan Dosen FTI UBSI tahun ini diharapkan semakin memperkuat sinergi akademik antar-dosen serta mendorong pemanfaatan teknologi cerdas sebagai bagian dari upaya mendukung visi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif. (Alisa)