Wisuda Panjang Kayak Dracin dan Rektor yang Datang Membawa Kabar Baik

0 53

BSINews, Bekasi – Siang di BSI Convex terasa kayak arena festival tahunan yang sudah lama ditunggu. Wisuda ke-62 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) tahun ini bukan sekadar duduk manis sambil nonton toga jalan. Tidak. Acara berlangsung enam hari penuh sejak 30 November sampai 5 Desember 2025. Bayangkan energi mahasiswa yang baru lulus dikasih panggung selama hampir seminggu. Hasilnya jelas. Meriah. Riuh. Dan, jujur, agak chaotic dengan cara yang menghangatkan hati.

Para guest star muncul satu per satu. Reezal Noerdza, Disco’nann, Tembang Gula, Icha Aji, ORI dan Evan Loss. Nama-nama itu jadi soundtrack kolektif bagi ribuan orang tua yang masih belajar bedain suara artis dan suara MC.

Baca juga: Selebrasi Lulusan UBSI, Wisuda Modern yang Menghubungkan Dunia Akademik dan Kreatif

Dari bawah panggung, terlihat Rektor Prof Mochamad Wahyudi maju dengan langkah yang tenang. Wahyudi membuka sambutan dengan satu kalimat yang membuat suasana langsung jinak. “Hari ini bukan sekadar prosesi. Ini adalah jejak perjalanan yang kalian ukir sendiri.”

Jumlah wisudawan kali ini bikin ruangan bergetar sedikit. Total 7.850 orang. UBSI kampus utama jadi penyumbang terbanyak. Sisanya datang dari PSDKU Bogor, Karawang, Sukabumi, Tasikmalaya, Yogyakarta, Banyumas, Tegal, Surakarta dan Pontianak. Mereka duduk berjejer seperti para karakter utama dracin (Drama China) panjang yang akhirnya ketemu episode final.

Wisuda ini bukan cuma Bekasi. Pontianak kebagian 12 November. Semarang 20 November. Lalu Bekasi mengambil panggung maraton. Panitia kalau dikasih medali maraton pun rasanya pantas.

Dalam sambutannya, Rektor memaparkan capaian UBSI yang, jujur, jumlahnya bikin jurnalis ikut sibuk nyatet. Akreditasi Unggul dari BAN PT. Empat belas prodi berstatus Unggul. Banyak prodi lain Baik Sekali. UBSI masuk peringkat 49 SINTA nasional. Lalu nongol juga di daftar kampus top versi uniRank. Penghargaan humas, riset, PDDikti, Galeri Investasi, hingga Tax Center. Betul-betul seperti daftar panjang prestasi atlet.

Kerja sama industri juga disorot. Mikrotik, CISCO, Oracle, Turnitin, Microsoft, SeeMeSOL Singapura, PLTI, Kominfo, DJP, BEI. UBSI terasa seperti marketplace akademik. Semua ada. Semua terhubung.

BSI Career Center (BCC) menjadi perpanjangan tangan kampus untuk magang dan kerja. MSIB, MAGENTA FHCI, Kemnaker, sampai magang berdampak. Beberapa mahasiswa bahkan direkrut sebelum sempat menaruh toga.

Baca juga: Momentum Emas UBSI, Wisuda 62 Menegaskan Kekuatan Generasi Digital

Di penghujung sambutan, Wahyudi memberi kabar yang membuat ruang wisuda terasa naik level. UBSI membuka dua program magister yaitu Magister Teknologi Informasi (S2) dan Magister Manajemen (S2) mulai Maret 2026. Ia bilang “Untuk alumni, kami siapkan beasiswa lima puluh persen. Bahkan ada juga beasiswa ikatan dinas.”

Dari bawah panggung, terlihat wisudawan mengangguk kecil. Seperti baru sadar bahwa babak selanjutnya sudah digeser. Pelan-pelan. Tapi pasti. Hari itu wisuda bukan hanya soal toga. Ia adalah titik jeda. Tempat orang berhenti sebentar, napas panjang, lalu siap masuk ke dunia yang lebih absurd dan lebih seru.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.