Siswa SMPN 5 Klari Dibekali Edukasi Anti-Cyberbullying untuk Bentuk Karakter Digital Humanis

0 42

BSINews, Karawang – Upaya pencegahan dan penanggulangan Cyberbullying di kalangan remaja terus digencarkan. Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Stop Cyberbullying Peran Sistem Informasi dalam Deteksi Cyberbullying dan Pembentukan Karakter Pengguna” di SMPN 5 Klari, Karawang, pada Jumat (21/11). Kegiatan ini menyasar 35 siswa perwakilan kelas IX, dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai risiko dan etika berinteraksi di dunia maya.

Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Didik Siswa SMPN 5 Klari Jadi Generasi Anti-Cyberbullying

Kegiatan dibuka oleh Guru SMPN 5 Klari, Irwan Yuliadi Ismail, yang menekankan urgensi edukasi mengenai Cyberbullying bagi siswa.

“Remaja sekarang hidup berdampingan dengan media sosial. Mereka perlu dibimbing agar mampu menggunakan teknologi secara bijak. Kegiatan ini memberi wawasan konkret tentang bahaya Cyberbullying dan cara melindungi diri,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Kamis (27/11).

Tim mahasiswa Sistem Informasi UBSI kampus Karawang yang terdiri dari Kohar Hanapi, Varsha Sylvia Rani, Indah Amelia Putri, Alifa Nirwana Khalussa, dan M. Rizky Pratama, di bawah bimbingan dosen pembina Jarkasih, memberikan materi yang relevan dengan kehidupan pelajar. Mereka menjelaskan berbagai bentuk Cyberbullying melalui contoh-contoh nyata, serta bagaimana tindakan kecil seperti komentar negatif dapat berdampak besar pada kondisi emosional seseorang.

Jarkasih menjelaskan bahwa kegiatan PKM ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan fokus pada kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin siswa memahami bukan hanya definisi Cyberbullying, tetapi juga memiliki kesadaran moral untuk tidak melakukannya. Karakter digital yang kuat menjadi pondasi penting bagi masa depan mereka,” ungkapnya.

Para mahasiswa menggunakan metode presentasi interaktif, permainan edukatif, dan sesi berbagi pengalaman untuk mendorong partisipasi aktif siswa. Selain itu, mereka juga mengenalkan bagaimana Sistem Informasi dapat mendeteksi perilaku Cyberbullying, termasuk pemanfaatan teknologi seperti analisis sentimen dan algoritma moderasi konten.

Baca juga : Edukasi Digital Humanis Warnai PKM Anti-Cyberbullying di SMPN 5 Klari

Alifa Nirwana Khalussa, salah satu pemateri, menegaskan pentingnya empati dan kesadaran berperilaku di ruang maya.

“Teknologi bisa membantu mendeteksi, tetapi yang paling penting adalah karakter pengguna. Jika kita terbiasa berpikir sebelum berkomentar dan menghargai orang lain, kita sudah ikut mencegah Cyberbullying,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut diisi dengan rangkaian materi, diskusi, simulasi kasus, hingga penulisan pesan digital positif yang ditempelkan pada papan motivasi sebagai komitmen bersama menciptakan ruang digital yang aman dan beradab.

Melalui kegiatan ini, UBSI kampus Karawang menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya terampil dalam teknologi, tetapi juga berkarakter dan berempati. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal pembentukan generasi digital yang cerdas, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta industri teknologi tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan. (Aurora)

Leave A Reply

Your email address will not be published.