Prodi Teknologi Komputer UBSI Kampus Tegal Gelar Seminar AI Ethics, Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Industri

0 42

BSINews, Tegal – Program Studi Teknologi Komputer Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tegal bersama Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI kampus Tegal sukses menyelenggarakan Seminar AI Ethics bertajuk “AI Ethics: Aplikasi AI di Dunia Industri untuk Meningkatkan Profesionalisme”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (17/12), pukul 14.00–17.00 WIB, bertempat di Aula UBSI kampus Tegal.

Seminar AI Ethics di UBSI Kampus Tegal Dorong Mahasiswa Lebih Profesional dan Beretika di Era Industri Digital

Seminar ini diikuti oleh 120 mahasiswa semester satu dan tiga dari kedua program studi sebagai upaya membekali mahasiswa dengan pemahaman etika kecerdasan artifisial Artificial Intelligence (AI) sebelum terjun ke dunia kerja dan industri.

Kegiatan dipandu oleh Nadiyah Hidayati, dosen Program Studi Teknologi Komputer UBSI kampus Tegal, yang membuka acara dengan suasana komunikatif dan interaktif. Acara diawali dengan sambutan dari Suleman selaku Ketua Program Studi Teknologi Komputer UBSI kampus Tegal.

Dalam sambutannya, Suleman menekankan bahwa pemanfaatan AI harus diimbangi dengan pemahaman etika dan tanggung jawab profesional.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi AI, tetapi juga harus memahami etika, tanggung jawab, dan dampak dari penggunaannya. Seminar ini menjadi bekal awal agar mahasiswa lebih bijak dan profesional dalam memanfaatkan AI,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jumat (19/12).

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan sertifikat kepada narasumber yang diserahkan langsung oleh Angga Ardianysah, Ketua Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI kampus Tegal.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi utama oleh Erwin Sunanto, perwakilan dari PT Hamana Works Indonesia (Hamana Group), perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang yang beroperasi di wilayah Tegal. Dalam paparannya, Erwin menjelaskan penerapan AI di dunia industri serta pentingnya etika dalam penggunaannya untuk meningkatkan profesionalisme kerja.

Materi yang disampaikan meliputi pemanfaatan AI untuk produktivitas, contoh implementasi AI di industri, hingga potensi risiko seperti plagiarisme, manipulasi data, dan pelanggaran etika. Ia juga membagikan studi kasus nyata penerapan AI di PT Hamana Works Indonesia sebagai gambaran praktik penggunaan AI yang bertanggung jawab.

“AI merupakan alat bantu yang sangat efektif untuk meningkatkan produktivitas dan profesionalisme kerja. Namun, tanpa pemahaman etika, AI berpotensi disalahgunakan. Oleh karena itu, generasi muda harus mampu memanfaatkan AI secara cerdas, bertanggung jawab, dan tetap menjunjung tinggi nilai etika serta integritas,” jelas Erwin.

Baca juga : Bahas Etika Kecerdasan Artifisial, Mahasiswa UBSI Kampus Tegal Diperkuat Pemahaman AI untuk Dunia Kerja

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi terkait peluang serta tantangan penggunaan AI di masa depan.
Salah satu peserta, Sulthan, mahasiswa semester satu Program Studi Teknologi Komputer, mengungkapkan bahwa seminar ini memberikan wawasan baru.

“Seminar ini sangat menambah wawasan kami tentang penggunaan AI di dunia industri. Kami jadi lebih memahami bahwa AI harus digunakan secara etis dan tidak disalahgunakan, terutama dalam dunia akademik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ara, mahasiswa semester satu Program Studi Sistem Informasi Akuntansi.

“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan perkembangan zaman. Diskusi yang berlangsung juga membuat kami lebih kritis dan sadar akan pentingnya etika dalam penggunaan AI,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Seminar AI Ethics berlangsung lancar dan kondusif. Melalui kegiatan ini, UBSI menegaskan komitmennya sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan profesionalisme dalam menghadapi tantangan dunia industri di era digital. (Indari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.