Mahasiswa PKM UBSI Ajak Siswa SD Depok Ciptakan Sekolah Damai, Bebas Bullying dan Tawuran

0 35

BSINews, Jakarta — Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif baru-baru ini menggelar kegiatan edukasi intensif di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) MI swasta Raudlatul Ikhwan Depok. Kegiatan yang dipimpin oleh ketua tim PKM, Fika Elvira Putri, ini bertujuan mewujudkan lingkungan sekolah yang damai dan bebas dari pertengkaran, menyasar 24 siswa-siswi kelas 4 pada Jum’at (19/12).

Mahasiswa PKM UBSI Ajak Siswa SD Depok Ciptakan Sekolah Damai, Bebas Bullying dan Tawuran

Tim PKM UBSI meluncurkan program edukasi bertajuk “Mewujudkan Lingkungan Sekolah Yang Damai dan Bebas dari Pertengkaran”. Program ini berfokus pada pencegahan perilaku negatif seperti bullying, tawuran antar pelajar, serta sikap kurang sopan terhadap guru dan staf sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan penanaman nilai kebersamaan dan toleransi, tanpa membedakan latar belakang suku di antara para siswa.

Berdasarkan data dari berbagai daerah di Indonesia, kasus kenakalan remaja, khususnya kekerasan fisik, bullying, ketidakpatuhan terhadap guru, dan perilaku diskriminatif dalam pergaulan, menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.

Fika Elvira Putri menjelaskan, alasan timnya memilih fokus ini adalah untuk melakukan pencegahan dini.

“Kami selaku tim PKM UBSI memilih hal ini untuk melakukan pencegahan agar siswa-siswi tidak menyesal di kemudian hari atau berdampak negatif terhadap masa depan peserta didik,” ujarnya dalam keterangan rilis Jum’at (19/12).

Baca Juga :Monitoring Berkala, Tim PKM UBSI Kampus Sukabumi Dorong Peningkatan Kapasitas Bank Sampah IPPEC

Selama kegiatan, pemateri Rakih Rosfita, Keirrenina Hanazwah, dan Abelia Shafiqoh Diandra menyampaikan materi edukasi secara interaktif. Mereka mengajak siswa-siswi berdiskusi mengenai pencegahan dan cara bergaul yang baik di lingkungan sekolah, termasuk menghindari perkataan kasar, tidak melakukan bullying, menolak tawuran antar pelajar, serta menghormati guru maupun staf sekolah. Sesi tanya jawab juga diselenggarakan, mendorong partisipasi aktif siswa dan membantu mereka memahami cara menerapkan nilai-nilai pencegahan tersebut dengan seksama.

Inisiatif ini juga menjadi wadah pembelajaran berharga bagi mahasiswa UBSI. Melalui pengalaman langsung ini, mereka dapat menumbuhkan kepedulian serta kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang positif dan berkelanjutan, sekaligus mengasah kemampuan dalam mengajak siswa hidup rukun dan bebas dari pertengkaran. (Sfkrhm)

Leave A Reply

Your email address will not be published.