Tanamkan Nilai Gotong Royong, Mahasiswa UBSI Hadirkan Pembelajaran Kreatif di SDN 2 Pengadilan Tasikmalaya

0 14

BSINews, Tasikmalaya — Menanamkan nilai gotong royong sejak usia dini membutuhkan pendekatan yang dekat dengan dunia anak. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan memanfaatkan permainan edukatif sebagai media pembelajaran di sekolah dasar.

Kegiatan bertajuk “Penerapan Nilai Gotong Royong dalam Kegiatan Kelompok Belajar Siswa Kelas 5” ini dilaksanakan pada Senin (10/11) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Pengadilan Tasikmalaya. Program tersebut merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Pancasila yang dirancang untuk menanamkan nilai kebersamaan, kerja sama, dan kepedulian sosial melalui pendekatan kreatif.

Permainan Susun Kata sebagai Media Edukasi Karakter

Tim mahasiswa yang dipimpin Hafizh Miftakhul Rahman bersama Salsabila Awaliyah, Nurul Ikhsan, Putri Jihan Nabila, dan Royhan Fierdaus merancang permainan susun kata sebagai media pembelajaran kreatif. Permainan ini dirancang untuk mendorong siswa bekerja dalam kelompok, berkomunikasi secara aktif, mengelola waktu, serta saling membantu demi mencapai tujuan bersama.

Pendekatan tersebut dipilih sebagai respons atas rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan gotong royong di kelas. Dengan metode yang menyenangkan dan interaktif, siswa tidak hanya memahami makna gotong royong secara konseptual, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung dalam suasana belajar yang positif.

Hasil kegiatan menunjukkan perubahan perilaku siswa yang lebih aktif dan kooperatif. Selain menumbuhkan semangat kebersamaan, permainan ini juga melatih kecerdasan emosional, kemampuan memecahkan masalah, serta fokus pada tujuan kelompok.

Baca juga: UBSI Kampus Tasikmalaya Kirim Delegasi ke FIKAR XIII 2025

Seorang guru SDN 2 Pengadilan Tasikmalaya mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami siswa. Pendekatan pembelajaran berbasis permainan dianggap efektif dalam menanamkan nilai kebersamaan serta membangun karakter positif sejak usia dini.

Sementara itu, salah satu mahasiswa UBSI yang terlibat dalam kegiatan, Hafizh, menyampaikan bahwa pengalaman terjun langsung ke sekolah dasar memberikan pembelajaran berharga bagi mahasiswa.

“Kami belajar bagaimana menyampaikan materi dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Melihat anak-anak antusias dan berani berinteraksi menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Jumat (21/11).

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mendorong mahasiswa untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif yang relevan, humanis, dan berdampak nyata, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter sejak dini.(Siti Hafizah)

Leave A Reply

Your email address will not be published.