Mengapa Gojek Menang dari Uber di Indonesia? Dosen BSI: Kuncinya Empati Lokal

0 26

BSINews, Tasikmalaya — Persaingan Gojek dan Uber di Indonesia menjadi studi kasus penting di dunia teknologi. Menurut Bambang Kelana Simpony, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif, kemenangan Gojek bukan ditentukan oleh teknologi atau modal semata, melainkan oleh empati lokal.

Mengapa Gojek Menang dari Uber di Indonesia? Dosen BSI: Kuncinya Empati Lokal

“Uber membawa produk global ke Indonesia, sementara Gojek membangun solusi yang lahir dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, Gojek memahami bahwa kebutuhan masyarakat tidak berdiri sendiri. Transportasi, pesan makanan, kirim barang, hingga pembayaran digital dirangkum dalam satu ekosistem aplikasi. Berbeda dengan Uber yang fokus pada layanan transportasi saja.

Selain itu, Gojek merancang pengalaman pengguna yang sesuai dengan kondisi lokal, seperti bahasa yang akrab, sistem pembayaran fleksibel, dan aplikasi yang tetap ramah digunakan di kondisi internet terbatas.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah pendekatan kemitraan.

“Gojek memposisikan driver sebagai mitra, bukan sekadar pekerja. Ini membangun loyalitas yang kuat, sesuai dengan budaya kebersamaan masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga :  Generasi Z Siap Jadi Pendiri Startup Berbekal Ilmu dari UBSI

Bambang menegaskan, kasus Gojek vs Uber menjadi pelajaran penting bagi calon pelaku industri digital.

“Teknologi paling sukses bukan yang paling canggih, tapi yang paling memahami manusia dan lingkungan tempat ia digunakan,” pungkasnya. (Sfkrhm)

Leave A Reply

Your email address will not be published.