Gaji Selangit, Kerja Santai? Dosen BSI Bongkar 5 Mitos Besar Karier Digital

0 35

BSINews, Tasikmalaya — Dunia kerja digital kerap digambarkan penuh fleksibilitas, gaji besar, dan suasana santai.

Gaji Selangit, Kerja Santai? Dosen BSI Bongkar 5 Mitos Besar Karier Digital

Namun menurut Bambang Kelana Simpony, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif, gambaran tersebut lebih banyak mitos daripada kenyataan.

“Banyak mahasiswa masuk dunia digital dengan ekspektasi yang keliru. Saat bertemu realitas kerja yang penuh tekanan dan tuntutan belajar terus-menerus, tidak sedikit yang akhirnya frustrasi,” ujarnya.

Bambang memaparkan lima mitos terbesar yang sering disalahpahami generasi muda.

  1. Anggapan bahwa kerja digital itu santai. Faktanya, industri ini bergerak cepat dengan deadline ketat dan tekanan tinggi. Work-life balance bukan berarti kerja ringan, melainkan kemampuan mengatur energi dan prioritas.
  2. Bisa coding langsung bergaji besar. Kemampuan teknis hanyalah modal awal. Dunia kerja membutuhkan kemampuan komunikasi, kerja tim, dan memahami kebutuhan bisnis.
  3. Profesi data scientist dianggap selalu bermain AI. Kenyataannya, sebagian besar waktu dihabiskan untuk membersihkan dan menyiapkan data yang rumit dan melelahkan.
  4. UI/UX designer dikira hanya soal desain menarik. Padahal, inti pekerjaannya adalah riset pengguna, pengujian, dan pemecahan masalah, bukan sekadar estetika.

Baca Juga :Belajar Coding Sejak Kuliah di UBSI Kampus Jatiwaringin, Kunci Sukses Masuk Dunia Kerja Digital

Kelima, ilmu kuliah dianggap cukup untuk jangka panjang. Teknologi berubah cepat, sehingga belajar berkelanjutan adalah keharusan.

Menurut Bambang, pendekatan inilah yang diterapkan di UBSI.

“Kami menyiapkan mahasiswa menghadapi realitas industri, bukan memanjakan mereka dengan ilusi. Tujuannya agar mereka tahan banting dan siap tumbuh dalam jangka panjang,” pungkasnya. (Sfkrhm)

Leave A Reply

Your email address will not be published.